Suhu Bumi Terancam Naik 2,7C, PBB Ingatkan Potensi Bencana Iklim

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 18 2492505 suhu-bumi-terancam-naik-2-7c-pbb-ingatkan-potensi-bencana-iklim-q9TDGSCL4f.jpg Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan laporan terbaru terkait perubahan iklim merupakan sebuah “seruan darurat yang keras” bagi para pemimpin dunia. Peringatan ini disampaikan Sekjen Antonio Guterres menjelang pembicaraan iklim COP26 yang akan digelar di Glasgow, Skotlandia.

Guterres mengatakan laporan pada Selasa (26/10/2021) menunjukkan dunia "masih di jalur bencana iklim".

BACA JUGA: Setelah Jakarta, London Juga Diprediksi Tenggelam 10 Tahun Lagi

“Laporan ini adalah panggilan darurat yang 'menggelegar'. Berapa banyak yang kita butuhkan? Kesenjangan emisi adalah hasil dari kesenjangan kepemimpinan,” kata Guterres dalam konferensi pers sebagaimana dilansir Al Jazeera.

“Era di mana tindakan yang dilakukan setengah-setengah dan janji-janji kosong harus diakhiri. Sudah waktunya untuk menutup kesenjangan kepemimpinan yang harus dimulai di Glasgow.”

Laporan terbaru dari Program Lingkungan PBB (UNEP) mengingatkan bahwa komitmen saat ini untuk mengurangi emisi gas rumah kaca menempatkan Planet Bumi pada jalur "bencana" dengan kenaikan suhu rata-rata 2,7 derajat Celcius pada abad ini.

Pada Selasa (26/10/2021) UNEP mengatakan bahwa rencana untuk mengurangi polusi karbon adalah sebuah “janji lemah, belum tercapai”.

"Negara-negara G20 bertanggung jawab atas 78 persen dari semua emisi sehingga 'hal yang harus dilakukan' ada pada mereka," kata Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen.

BACA JUGA: Laporan Perubahan Iklim Dirilis, Sekjen PBB Sebut 'Kode Merah untuk Umat Manusia'

“Negara-negara maju memiliki tanggung jawab khusus untuk benar-benar meningkatkan perjanjian ini, tetapi sebenarnya semua negara harus melakukannya – semua 193 negara anggota.”

Andersen mengatakan banyak dari tindakan yang dijanjikan oleh negara-negara ditunda hingga 2030, di mana para ilmuwan memperingatkan akan sangat terlambat untuk menghentikan kerusakan terburuk akibat perubahan iklim di planet ini.

"Tindakan diperlukan sekarang," ujarnya memperingatkan.

Janji pemerintah negara-negara untuk memenuhi tenggat waktu tahun ini untuk mengurangi gas rumah kaca akan menjadi sorotan pada konferensi COP26 pekan depan. Banyak yang menyebut ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk menempatkan dunia di jalur untuk membatasi pemanasan iklim hingga 1,5C di atas tingkat pra-industri.

Para ilmuwan mengatakan bahwa komitmen dari negara akan membantu mencegah perubahan bencana terburuk yang dibayangkan mampu mengancam planet ini.

Peristiwa cuaca ekstrem termasuk badai super, kebakaran hutan, dan banjir semakin melanda negara-negara di seluruh dunia, bahkan peningkatan suhu global sekecil apa pun akan memperburuk situasi.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim pada Agustus mengatakan Bumi dapat mencapai ambang batas kenaikan suhu 1,5C setelah 2030 dan secara konsisten berada di atasnya pada pertengahan abad ini.

Laporan itu mengatakan bahkan jika semua janji "net-zero" dari negara-negara diterapkan secara penuh, ada kemungkinan 60 persen bahwa kenaikan suhu akan mencapai 2,7C pada tahun 2100.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini