BRISBANE – Max Stahl, Sineas pemenang penghargaan internasional dan pahlawan nasional Timor Leste karena rekaman videonya yang menarik perhatian global akan kekerasan di sana, telah meninggal di usia 66 tahun. Stahl meninggal dunia karena kanker di sebuah rumah sakit di Brisbane, Australia pada Rabu (27/10/2021).
Stahl, yang dikenal sebagai Christopher Wenner ketika menjadi pembawa acara program anak-anak BBC dari 1978-80, memfilmkan pembantaian 271 pengunjuk rasa, yang memperotes pemerintahan Indonesia di Santa Cruz, Timor Leste pada 1991. Saat itu Timor Leste masih bernama Timor Timur dan merupakan wilayah Republik Indonesia.
BACA JUGA: Kuburan Massal di Timor Leste Segera Ditemukan
Mantan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta menyebutnya sebagai "putra berharga".
"Kami menghormatinya sebagai salah satu pahlawan sejati perjuangan kami," tulis Ramos-Horta di Facebook sesaat sebelum kematian Stahl, sebagaimana dilansir BBC.
Indonesia telah memerintah Timor Leste, bekas jajahan Portugis sejak invasi pada 1975. Stahl telah melakukan perjalanan ke sana pada 1991, setelah Pemerintahan Presiden Soeharto melonggarkan pembatasan bagi wisatawan pasca 1989.
BACA JUGA: The Age Bongkar Peran Sjafrie Sjamsoeddin di Dili
"Saya baru saja menyiapkan kamera saya ketika ada dinding suara, setidaknya 10 detik tembakan tanpa henti. Para prajurit yang tiba menembakkan tembakan tepat ke kerumunan beberapa ribu anak muda," kata Stahl mengenai insiden Santa Cruz kepada BBC dalam wawancara pada 2016.
"Saya dapat dengan mudah melihat bahwa hanya masalah waktu sebelum mereka datang kepada saya, dan pada saat itu saya berpikir, saya harus pindah dari sini."
Dia mengubur film itu di kuburan, dan kemudian diselundupkan dan disiarkan ke seluruh dunia.
Ramos-Horta menulis: "Hanya ada beberapa poin kunci dalam sejarah Timor-Leste di mana arah bangsa kita menuju kebebasan. Ini adalah salah satu poinnya.
"Ini adalah pertama kalinya pesan kami menyebar ke dunia. Jaringan hak asasi manusia beraksi. Senator, anggota Kongres, dan anggota parlemen datang ke pihak kami. Dan ini terjadi ketika satu orang rela mempertaruhkan nyawanya untuk mendokumentasikan dari dekat apa yang terjadi. dan menyelundupkan pesan itu keluar dari negara kita."
Stahl kemudian mengungkapkan bagaimana orang-orang yang selamat dari pembantaian Santa Cruz dibunuh secara brutal di rumah sakit; serta mendokumentasikan penindasan saat Timor Timur mendeklarasikan kemerdekaan pada 1999.
Stahl bekerja di depan dan di belakang kamera selama lebih dari 20 tahun dengan saluran televisi di Inggris, Prancis, Jerman, Skandinavia, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Kariernya dimulai di teater sebagai aktor dan sutradara.
Selanjutnya, ia mulai bekerja sebagai jurnalis investigasi dan pembuat film yang membuat film dokumenter dan berita di Amerika Latin, negara bekas komunis, Kaukasus, Baltik, dan Balkan.
Pada 2000 ia dianugerahi penghargaan di Festival Film New York dan dari Masyarakat Televisi Kerajaan Inggris, dan menerima hadiah utama dunia untuk jurnalisme kamera independen, Penghargaan Rory Peck.
Sepanjang kariernya, Stahl juga menulis skenario dan mengembangkan skenario untuk film.
(Rahman Asmardika)