Share

3 Satpam Ditembak Oknum Warga Suku Anak Dalam

Azhari Sultan, Okezone · Minggu 31 Oktober 2021 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 31 340 2494487 3-satpam-ditembak-oknum-warga-suku-anak-dalam-DUsKYLzXgO.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAMBI - Tiga orang pegawai satuan pengamanan (Satpam) di salah satu perusahaan di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi mendadak ditembak oleh oknum warga Suku Anak Dalam (SAD). Diduga kejadian tersebut, buntut dari warga SAD tersebut dilarang melakukan pencurian buah sawit di area perusahaan oleh Satpam.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono saat dihubungi mengakui adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan, penembakan ini bermula, saat warga SAD dilarang pihak Satpam perusahaan atas upaya pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan mereka.

"Informasinya ada oknum SAD melakukan pencurian buah kelapa sawit di area perusahaan. Selanjutnya, Satpam sesuai dengan tugas dan SOP melarang mereka melakukan tindak pencurian," ungkapnya, Minggu (31/10/2021).

Baca Juga:  Massa Minta Polda Sulut Tangkap Aktor Intelektual Penembakan Warga Toruakat

Dirinya menambahkan, diduga mereka tidak terima pada saat diingatkan untuk tidak melakukan tindakan pencurian Leh pihak keamanan perusahaan. Namun, beberapa hari kemudian, warga SAD tersebut datang kembali dan melakukan aksi penembakan terhadap Satpam perusahaan.

"Hari Rabu yang lalu peristiwanya, tanggal 28 Oktober itu datang kembali ke lokasi pos satpam dan melakukan hal-hal yang kurang dibenarkan secara hukum," tandas Sugeng.

Ironisnya, puncak dari kejadian tersebut, terjadi pada Jumat 29 Oktober 2021 lalu, warga SAD yang mungkin karena tidak terdapat penghasilan lain kemudian melakukan penembakan terhadap tiga orang satpam perusahaan.

"Dia melakukan penembakan saat ada patroli satpam perusahaan yang melintas di lokasi mereka mengambil buah kelapa sawit tersebut," tukasnya.

Baca Juga:  Suasana Haru Warnai Prosesi Pemakaman Dantim Bais Aceh yang Ditembak OTK

Atas kejadian ini, untuk langkah lebih lanjut pihaknya akan mengambil tindakan sesuai dengan prosedur. "Pertama tentu yang namanya kita berhadapan dengan SAD ini, kita melakukan langkah-langkah yang menyesuaikan dengan kondisinya," jelas Sugeng.

Namun, pihaknya akan tetap melakukan upaya hukum sesuai aturan yang berlaku. "Kita akan tetap melakukan langkah upaya hukum sesuai dengan aturan, namun tetap dengan persuasif," tegas Kapolres.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini