Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hasilkan Komitmen Minim Terhadap Perubahan Iklim, KTT G20 Berakhir Mengecewakan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 01 November 2021 |16:49 WIB
Hasilkan Komitmen Minim Terhadap Perubahan Iklim, KTT G20 Berakhir Mengecewakan
Foto: Reuters.
A
A
A

ROMA - Para pemimpin Kelompok 20 negara ekonomi utama atau G20 di Roma, Italia pada Minggu (31/10/2021) menyepakati pernyataan akhir yang mendesak tindakan "bermakna dan efektif" untuk membatasi pemanasan global. Namun, hasil KTT G20 ini membuat marah para aktivis karena hanya menawarkan sedikit komitmen konkret terkait perubahan iklim.

Hasil negosiasi alot berhari-hari di antara para diplomat menyisakan pekerjaan besar yang harus dilakukan pada KTT iklim COP26 PBB di Skotlandia, yang dimulai pekan ini.

BACA JUGA: Pangeran Charles Puji Keberhasilan Presiden Jokowi Selamatkan Alam di Hadapan Pemimpin G20

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan dia kecewa akan hasil KTT yang tidak memberikan banyak kemajuan dan menyalahkan China dan Rusia karena tidak memberikan komitmen ke dalam perundingan.

"Kekecewaan terkait dengan fakta bahwa Rusia dan... China pada dasarnya tidak muncul dalam hal komitmen apa pun untuk menangani perubahan iklim," kata Biden kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters.

Meskipun G20 berjanji untuk menghentikan pembiayaan pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, mereka tidak menetapkan jadwal untuk menghentikannya secara bertahap di dalam negeri, dan memperlunak kata-kata tentang janji untuk mengurangi emisi metana - gas rumah kaca potensial lainnya.

Namun, Perdana Menteri Italia Mario Draghi, yang memimpin pertemuan di Roma, memuji kesepakatan akhir, mengatakan bahwa untuk pertama kalinya semua negara G20 telah sepakat tentang pentingnya membatasi pemanasan global pada tingkat 1,5 derajat Celcius yang menurut para ilmuwan sangat penting untuk menghindari bencana.

BACA JUGA: Terima Presidensi G20, Jokowi Undang Pemimpin Dunia ke Bali pada 2022

"Kami memastikan bahwa impian kami tidak hanya hidup tetapi mereka berkembang," kata Draghi pada konferensi pers penutupan. Dia menepis kritik dari para pencinta lingkungan bahwa G20 belum cukup jauh untuk menyelesaikan krisis.

G20, yang meliputi Brasil, China, India, Jerman dan Amerika Serikat, menyumbang 60% dari populasi dunia dan sekitar 80% dari emisi gas rumah kaca global.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement