"Aku gak terima (ibunya dimaki-maki), terus saya video. Tadinya aku gak niat di-upload di mana-mana ya cuman supaya dia tuh ada efek jera soalnya dia gak sekali dua kali masalah kecil juga suka dibesar-besarkan dia mah," sambung Wina.
Video aksi kekerasan verbal itu pun akhirnya viral. Mengetahui hal itu, kakak pelaku yang tak lain Ketua RT yang juga berinisial ED lalu mendatangi rumahnya pada malam harinya untuk menuntut Wina menghapus video yang kadung viral itu. Wina bersedia menghapus video asalkan adik Ketua RT itu meminta maaf pada ibunya.
Baca juga: Rebutan Pria Bule, 3 Wanita Baku Hantam di Bar
"Wina tuh mau hapus, tapi minta maaf, dia gak mau. Ya udah lah di situ pakekeuh-kekeuh (cekcok). Mungkin dia emosi terus mukul kepala dari belakang. Aku balik ke dia terus mau melawan saling hadap-hadapan sama RT-nya dia malah muka aku diambil terus digituin (dicakar) lagi," ungkap Wina.
Selain menjadi korban penganiayaan, sejak peristiwa itu, Wina pun merasa terancam. Pasalnya, dia menerima kabar jika pelaku dikhawatirkan gelap mata dan mengancam keselamatannya. Alhasil, Wina pun belum berani kembali ke rumah dan tinggal berpindah-pindah tempat di rumah temannya.
"Yah ada yang bilang, takut pelakunya gelap mata, makanya saya disuruh keluar dulu dari rumah. Sekarang saya ikut tinggal ke temen-temen kerja saya," katanya.