Mahendra mengatakan Indonesia telah mencapai kemajuan terbesar dalam hal pencegahan karhutla dan deforestasi.
“Ada fakta yang kontras. Kita berhasil mengelola hutan, sementara dibelahan lain termasuk negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa dilanda karhutla yang terbesar selama ini,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Golsmith melalui twitter pribadinya memantik polemik. Dalam twitternya tertanggal 2 November 2021 itu, dan kemudian juga banyak dikutip media, Goldsmith menyinggung seakan-akan ada COP-26 Forest Agreement tanggal 2 November itu, yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Sehingga pernyataan Golsmith yang dijadikan pegangan dan dikutip banyak media juga salah.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.