Tak Terima Istrinya Dipukul, Suami Bunuh Pelaku dengan 7 Tikaman

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 05 November 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 340 2497340 tak-terima-istrinya-dipukul-suami-bunuh-pelaku-dengan-7-tikaman-Ozt0I0gD7W.jpg Jusuf Kalla (Foto : Freepik)

BITUNG - Darmawan Haris (36), Warga kelurahan Pateten III, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, tewas dengan tujuh tikaman senjata tajam. Kejadian tersebut dipicu oleh sakit hati dari tersangka RS yang tidak terima istrinya dipukul oleh korban.

Kapolsek Maesa AKP Dewa Ayu Rayoka didampingi Kasi Humas Polres Bitung AKP Hermanses Katiandagho mengatakan bahwa kasus penikaman tersebut terjadi di depan King Club & Karaoke, Pusat Kota Bitung pada, Kamis 14 Oktober 2021, sekira pukul 02.30 WITA.

"Kasus ini dipicu pengaruh minuman beralkohol yang berujung aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam. Adapun motif dari kejadian tersebut bahwa RS selaku tersangka utama merasa tidak terima perbuatan korban yang memukul istrinya,” ujar Kapolsek Maesa AKP Dewa Ayu Rayoka, Jumat (5/11/2021).

RS kemudian berhasil ditangkap oleh Tim Tarsius Presisi Polres Bitung bersama Polsek Maesa beberapa jam setelah kejadian di wilayah Madidir, Bitung. Selain RS, diamankan juga dua tersangka lainnya yaitu IS dan AS yang diduga turut melakukan penganiayaan terhadap korban.

Dari hasil rekonstruksi yang digelar sebanyak 31 adegan, pada adegan ke-21 hingga 23 terlihat jelas cara tersangka menganiaya korban menggunakan pisau miliknya. Akibat dari tikaman tersebut, korban meninggal dunia beberapa hari setelah kejadian tepatnya pada Minggu 17 Ottober 2021 malam, setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Budi Mulia Bitung.

“Rekonstruksi kasus tersebut kita gelar menggunakan dua versi yaitu, versi keterangan tersangka serta versi keterangan saksi-saksi mata saat di lokasi kejadian,” tuturnya.

Baca Juga : Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak, Danu Temukan Gunting dan Cutter di Bak Mandi Bercampur Darah

Versi keterangan tersangka, dia mengakui hanya dirinya yang melakukan penganiayaan terhadap korban, sedangkan versi keterangan saksi-saksi mata bahwa penganiayaan tersebut turut dilakukan oleh dua tersangka pria yaitu, IS (26) dan AS (46).

“Tersangka IS diduga menganiaya korban dengan cara memukul kepala korban menggunakan kepalan tangan saat korban berada di dalam parit, yaitu adegan ke-26. Sedangkan tersangka AS memukul korban dengan pecahan atau bongkahan cor semen di bagian kepala saat korban dibawa para saksi ke seberang jalan dengan posisi duduk, yaitu adegan ke-29,” ujar AKP Dewa Ayu.

Keterangan para saksi tersebut mendapat penolakan dari tersangka IS dan AS. Menurut keduanya, keterangan saksi-saksi tersebut tidak sesuai.

“Tersangka IS dan AS menolak serta tidak mengakui keterangan dari para saksi. Meski demikian, hal itu sudah sesuai keterangan saksi-saksi mata serta fakta di lokasi kejadian,” kata AKP Dewa Ayu.

Sementara itu berdasarkan hasil otopsi pihak rumah sakit, di bagian tubuh korban terdapat tujuh luka tusukan pisau milik tersangka. Tersangka RS dijerat pasal 338 KUHP sub pasal 354 ayat (2) KUHP lebih sub pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Sedangkan untuk tersangka IS dan AS kita terapkan pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP sub pasal 354 ayat (2) lebih sub pasal 351 ayat (3) KUHP Jo pasal 55 dan pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas AKP Dewa Ayu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini