Share

2 Ekor Trenggiling Nyaris Dilindas saat Lintasi Jalan Raya

MNC Portal, · Sabtu 06 November 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 340 2497721 2-ekor-trenggiling-nyaris-dilindas-saat-lintasi-jalan-raya-zz7pQiVL3j.jpg 2 Tringgiling yang diselematkan warga (foto: istimewa)

AGAM - Dua orang warga Lubuk Panjang Jorong II Garagahan Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menyelamatkan dua ekor satwa dilindungi jenis Trenggiling atau nama latin 'manis javanica' yang nyaris terlindas ketika melintasi jalan raya. Dua warga yang menyelamatkan itu, Ronaldy dan Soni Eka Putra.

"Satwa ini ditemukan oleh dua warga ini saat melintasi jalan raya. Takut terlindas kendaran yang melintas maka mereka berinisiatif menangkap untuk diselamatkan dan dibawa ke rumahnya," kata Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono.

Baca juga:  Penampakan Macan Tutul Terekam Kamera di Gunung Sanggabuana Karawang

Selanjutnya, imbuhnya, temuan satwa dilindungi itu dilaporkan ke anggota Satreskrim Polres Agam lalu meneruskannya kepada BKSDA Sumbar.

"Hasil observasi petugas BKSDA, satwa dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan luka ataupun cacat dan masih mempunyai sifat liar sehingga memenuhi syarat untuk dilepaskan kembali ke alam," lanjutnya.

 Baca juga: Negara Ini Larang Buru Marmut Selama 3 Tahun, Ini Alasannya

Menurutnya, dua ekor Trenggiling ini bakal dilepaskan di kawasan hutan cagar alam Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Ardi Andono menyampaikan apresiasi kepada dua orang warga yang dengan penuh kesadaran dan kepedulian telah ikut menyelematkan satwa langka dan dilindungi itu. Dan berharap hal ini dapat menjadi contoh dan teladan bagi warga lainnya dalam upaya konservasi satwa liar.

"Trenggiling adalah mamalia unik bersisik satunya-satunya dari famili Pholidota. Sisik pada Trenggiling yang berfungsi sebagai alat berlindung dari mangsa, namun saat ini menjadi ancaman karena menjadi target perburuan liar dan membawanya ke dalam status Kritis (Critically Endangered/CR) berdasarkan daftar merah lembaga konservasi dunia, IUCN," katanya.

Status konservasi dalam Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) adalah Appendix 1 yang artinya tidak boleh diperjual belikan.

Di Indonesia sebagaimana diketahui, sesuai dengan Peraturan Menteri LHK nomor 106 tahun 2018 termasuk jenis satwa dilindungi dan sesuai undang undang nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup atau mati ataupun berupa bagian tubuh, telur dan merusak sarangnya.

Sanksi hukumnya adalah berupa pidana penjara paling lama Lima tahun dan Denda paling banyak Rp100 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini