Buktikan Dampak Perubahan Iklim, Menlu Tuvalu Pidato sambil Berdiri di Laut

Antara, · Senin 08 November 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 18 2498486 buktikan-dampak-perubahan-iklim-menlu-tuvalu-pidato-sambil-berdiri-di-laut-R9z3YpPF0r.jpg Menteri Kehakiman, Komunikasi, dan Hubungan Luar Negeri Tuvalu Simon Kove memberikan pernyataan untuk KTT Iklim COP26 sambil berdiri di laut, di Funafuti, Tuvalu, 5 November 2021. (Foto: Reuters)

tvall- Menteri luar negeri Tuvalu Simon Kofe menyampaikan pidato untuk konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) di Glasgow sambil berdiri di air laut setinggi lutut. Hal ini dilakukan Kofe untuk menunjukkan kondisi negara kepulauan Pasifik itu, yang berada di garis depan perubahan iklim.

Foto-foto Kofe berdiri dengan setelan jas dan dasi di podium yang didirikan di laut dengan celana digulung telah dibagikan secara luas di media sosial. Aksi itu dilakukan untuk menarik perhatian pada perjuangan Tuvalu sebagai negara pulau yang terletak di dataran rendah yang menghadapi naiknya permukaan laut.

BACA JUGA: Negara Ini Lenyap dari Peta saat Air Laut Pasang, Terancam Musnah di Masa Depan

"Pernyataan itu menyandingkan pengaturan COP26 dengan situasi kehidupan nyata yang dihadapi di Tuvalu karena dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut dan menyoroti tindakan berani yang diambil Tuvalu untuk mengatasi masalah mobilitas manusia yang sangat mendesak di bawah perubahan iklim," ujar Kofe dalam pesan videonya untuk COP26.

Video itu direkam oleh stasiun penyiaran publik TVBC di ujung Fongafale, pulau utama di ibu kota Funafuti, kata seorang pejabat pemerintah Tuvalu.

Video itu akan ditampilkan pada pertemuan tingkat tinggi COP26 pada Selasa (9/11/2021) saat para pemimpin regional mendorong tindakan yang lebih agresif untuk membatasi dampak perubahan iklim.

BACA JUGA: Persediaan Air di Tuvalu Tinggal Untuk Satu Hari Lagi

Banyak negara pencemar besar telah berjanji untuk mengintensifkan pengurangan karbon mereka selama beberapa dekade mendatang dan beberapa negara bermaksud mencapai nol bersih pada emisi karbon pada 2050.

Namun, para pemimpin negara-negara Kepulauan Pasifik menuntut tindakan segera dan menekankan bahwa kelangsungan hidup negara-negara dataran rendah sedang dipertaruhkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini