Share

Pfizer Terbitkan Meme Kartun untuk Lawan Disinformasi Vaksin Covid-19

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 10 November 2021 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 18 2499796 pfizer-rilis-meme-kartun-untuk-lawan-disinformasi-vaksin-covid-19-khObiw5UZm.jpg Pfizer luncurkan meme lawan disinformasi vaksin Covid-19 (Foto: Twitter/Pfizer)

NEW YORKPerusahaan obat asal Amerika Serikat (AS), Pfizer telah menindaklanjuti kecaman CEO Albert Bourla tentang "informasi yang salah" terkait vaksin Covid-19 dengan men-tweet meme kartun tentang "sains" yang melindungi umat manusia dari "teori konspirasi liar" - dan menonaktifkan balasan pada kolom komentar.

Kartun itu menunjukkan sebuah gumpalan berlabel "sains" sedang menahan sosok ‘humanoid’ agar tidak merangkul gelembung berlabel "teori konspirasi liar."

“Sangat mudah untuk teralihkan oleh informasi yang salah akhir-akhir ini, tetapi jangan khawatir sains mendukung Anda,” cuit akun korporat Pfizer yang mentweet pada Selasa (09/11) malam, bersama dengan tagar #ScienceWillWin.

Baca juga:  CEO Pfizer: Orang yang Sebarkan Disinformasi Vaksin Covid-19 Adalah Penjahat

Meskipun opsi untuk membalas dinonaktifkan, namun hal ini tampaknya tidak menghentikan orang untuk membagikan kembali tweet itu, dengan lebih dari 3.000 kutipan-tweet dibandingkan dengan hanya 300 atau lebih orang yang suka dalam waktu kurang dari dua jam.

“Pfizer menyangkal sains, itulah sebabnya dia memperoleh pengabaian tanggung jawab secara hukum. Tidak ada yang dirugikan oleh vaksin Pfizer yang dapat menuntut produsen obat,” kata pembuat film Mike Cernovich, menanggapi meme versinya sendiri.

“Big Pharma tidak bisa meme,” gurau editor Human Events Jack Posobiec.

Baca juga:  Pfizer Mulai Uji Klinis Obat Pencegah Covid-19

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Upaya meme perusahaan muncul tak lama setelah CEO-nya Albert Bourla mengatakan sekelompok orang dengan "jumlah sangat kecil" menyebarkan "informasi yang salah" tentang vaksin Covid-19, termasuk tusukan mRNA yang dibuat oleh Pfizer.

“Mereka adalah penjahat karena mereka benar-benar telah menelan jutaan nyawa,” katanya kepada "Think Tank" Dewan Atlantik yang didukung NATO.

“Satu-satunya hal yang ada di antara cara hidup baru dan cara hidup saat ini, sejujurnya, adalah keragu-raguan terhadap vaksinasi,” tambahnya dalam presentasi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyetujui penggunaan suntikan booster Pfizer untuk orang tua dan mereka yang berisiko tinggi pada September lalu. Bulan lalu, Pfizer memberi lampu hijau dosis yang lebih kecil untuk digunakan pada anak-anak berusia antara lima dan 11 tahun. Pada Selasa (09/11), Pfizer meminta FDA untuk menyetujui suntikan booster untuk semua orang dewasa AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini