Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Idjon Djanbi dan Makna Pisau Komando Tegak Lurus ke Atas dalam Lambang Kopassus

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 13 November 2021 |09:02 WIB
Idjon Djanbi dan Makna Pisau Komando Tegak Lurus ke Atas dalam Lambang Kopassus
Prajurit Kopassus/ medsos
A
A
A

PRAJURIT Kopassus identik dengan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) loreng bercorak macan tutul. Namun, ketika Danjen Kopassus berganti menjadi Kolonel Moeng Pahardimulyo, PDL dengan corak macan tutul pun ikut berganti menjadi corak darah mengalir. PDL dengan corak terbaru ini resmi diperkenalkan Kopassus saat hari ulang tahun TNI (dulu ABRI) tanggal 5 Oktober 1964.

(Baca juga: Horornya Mako Kopassus Kandang Menjangan, Tempat Serda Ucok Ditempa hingga Markas Untung Surapati)

Prajurit Kopassus juga identik dengan baret merahnya. Baret merah Kopassus mempunyai filosofi tersendiri. Yaitu warna merah mengandung arti keberanian yang luar biasa, motivasi tinggi untuk meraih kesuksesan, kematangan dalam pola pikir dan olah rasa, mempunyai keseimbangan dalam Intelligent Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ). Setiap penugasan harus tercapai suatu kemenangan dalam merebut sasaran yang diperintahkan.

“Konsep Baret Merah baru digunakan ketika Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT)-III/Siliwangi diganti sebutannya menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 1953 yang merupakan cikal bakal Kopassus. Konsep Baret Merah diambil lantaran saat itu belum ada baret berwarna merah membara seperti sekarang,” tulis buku Kopassus untuk Indonesia Jilid II, dikutip Sabtu (13/11/2021).

(Baca juga: Terungkap! Nama Belakang Prabowo Subianto Ternyata Diambil dari Legenda Brimob)

Kala itu, KKAD menerima baret berwarna cokelat sama seperti pasukan artileri. Untuk memberi rona warna merah sekaligus membedakannya dengan baret cokelat biasa, baret pembagian direbus air teh dicampur dengan sabun. Sejak saat itu, Baret Merah menjadi ciri khas Kopassus.

Di Baret Merah, terdapat emblem yang mengombinasikan pisau belati, jangkar, dan sayap yang dibingkai dalam bingkai segi delapan. Emblem yang tidak pernah terpisah dari baret ini merupakan gagasan dari Idjon Djanbi yang meminta kepada Letnan Dodo Sukamto, Perwira di Biro Pengajaran SPKAD dibantu Sersan Hasan sebagai juru gambar untuk merancang desain emblem pada baret tersebut.

Idjon Djanbi awalnya bernama Roger Bernard Visser, anak petani Bunga Tulip yang sempat jadi sopir Ratu Belanda, Wilhelmina di masa Perang Dunia II. Ia dimintai bantuan untuk merintis cikal-bakal pasukan komando yang terlatih untuk tugas khusus, dengan personel pilihan yang digembleng sangat keras.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement