Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lolos Tamtama TNI AD, Sarpan Ingin Banggakan Ayahnya Penjual Gula Disabilitas

Tim Okezone , Jurnalis-Sabtu, 13 November 2021 |12:21 WIB
Lolos Tamtama TNI AD, Sarpan Ingin Banggakan Ayahnya Penjual Gula Disabilitas
Sarpan dan orangtuanya/ dok pribadi
A
A
A

JAKARTA – Menjadi prajurit TNI AD, merupakan impian Sarpan (20) sejak kecil . Pemuda asal Kampung Cikawah, Desa Sobang, Lebak, Banten ini berhasil lulus Tamtama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

(Baca juga: Lulus TNI AD, Anak Penjual Gula Ternyata Miliki Segudang Prestasi)

Alhasil, warga di kampungnya bangga dan mengaraknya saat tiba di kampung halamannya usai menjalani pendidikan Tamtama TNI AD di Bandung, Jawa Barat.

"Iya saat pulang ke rumah Sarpan dijemput warga di pintu masuk Desa Sobang," kata rekan Sarpan, Faizal kepada Okezone.

Saat dijemput oleh warga, kata Faizal, Sarpan langsung dikalungi bunga dan berjalan kaki bersama-sama dari depan desa hingga ke rumahnya yang mencapai 3 kilometer. "Untuk ke dalam sejauh kurang lebih 3 kilometer," tuturnya.

(Baca juga: Idjon Djanbi dan Makna Pisau Komando Tegak Lurus ke Atas dalam Lambang Kopassus)

Kerabat Sarpan, Faizal menceritakan dirinya saat bertemu pemuda berprestasi tersebut yang ingin sekolah tinggi dan membantu keluarga. "Awalnya saya bertemu dengan Sarpan pada tahun lalu, dan memberikan bimbingan karena ia gigih. Ia ingin sekali sekolah yang tinggi agar dapat membantu kedua orangtuanya yang sudah tak mampu lagi," ungkap Faizal.

Sarpan kata dia merupakan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu, karena orangtuanya cacat dan menjual gula keliling yang berjarak 12 kilometer jika ingin belanja ke pasar. Sarpan pun bersekolah di SMAN Rangkasbitung bukan dorongan dari orangtua, Sarpan lulus pada 2019.

"Sekolah pun atas kemauan dia sendiri, dan bukan dukungan dari orangtua. Dia ingin sekolah berjenjang yang tinggi. Lalu, dia kuliah tanpa sepengetahuan orangtua dan tinggal di rumah gurunya sambil membantu," beber Faizal.

Dia pun menceritakan perjuangan Sarpan saat hendak pulang ke Kecamatan Sobang, yang harus berjalan kaki atau lari kecil sejauh 48 kilometer, dengan kondisi letak geografis naik turun perbukitan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement