Share

Paus Fransiskus Ucapkan Terima Kasih kepada Wartawan Usai Bantu Ungkap Skandal Seks Gereja

Vanessa Nathania, Okezone · Senin 15 November 2021 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 18 2501920 paus-fransiskus-ucapkan-terima-kasih-kepada-wartawan-usai-bantu-ungkap-skandal-seks-gereja-L4vzNAV5kQ.jpg Paus Fransiskus (Foto: AP)

PRANCIS - Paus Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada para wartawan karena membantu mengungkap skandal pelecehan seksual para pendeta yang awalnya coba ditutup-tutupi oleh Gereja Katolik Roma.

Paus memuji apa yang disebutnya sebagai "misi" jurnalisme dan mengatakan sangat penting bagi wartawan untuk keluar dari ruang redaksi mereka dan menemukan apa yang terjadi di dunia luar untuk melawan informasi salah yang sering ditemukan secara online.

“(Saya) berterima kasih atas apa yang media katakan kepada kami tentang apa yang salah di Gereja, karena membantu kami untuk tidak menyembunyikannya, dan untuk suara dukungan yang telah media berikan kepada para korban pelecehan,” terangnya.

Paus pada Sabtu (13/11) mengatakan bahwa para jurnalis memiliki misi "untuk menjelaskan kepada dunia, untuk membuatnya tidak terlalu kabur, untuk membuat mereka yang hidup di dalamnya tidak terlalu takut."

Baca juga:  Ratusan Ribu Anak Dilecehkan di Gereja Prancis, Paus Fransiskus: Ini Momen Memalukan

Untuk melakukan itu, dia mengatakan wartawan perlu "melarikan diri dari tirani" untuk selalu memberitakannya secara online.

"Tidak semuanya bisa diceritakan melalui email, telepon, atau layar," katanya.

Paus Fransiskus berbicara pada sebuah upacara untuk menghormati dua koresponden veteran -- Philip Pullella dari Reuters dan Valentina Alazraki dari Noticieros Televisa, Meksiko -- atas karir panjang yang dihabiskan mereka untuk meliput Vatikan.

 Baca juga: Korban Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Tuntut Kompensasi Usai Penyelidikan Diungkap ke Publik

Skandal pelecehan seksual menjadi berita utama pada tahun 2002, ketika harian Amerika Serikat (AS) The Boston Globe menulis serangkaian artikel yang mengungkap pola pelecehan anak di bawah umur oleh para pendeta dan budaya menyembunyikan masalah ini yang meluas di dalam Gereja.

Sejak itu, berbagai skandal telah mengguncang Gereja di banyak negara, yang terbaru di Prancis di mana penyelidikan besar menemukan pada bulan Oktober, para pendeta Prancis telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 200.000 anak selama 70 tahun terakhir.

Kritikus menuduh Fransiskus menanggapi terlalu lambat skandal itu setelah ia menjadi Paus pada tahun 2013 dan mempercayai kata-kata rekan pendetanya daripada kata-kata para korban pelecehan.

Tetapi pada 2018, Paus mencoba untuk mengatasi kesalahan masa lalu, dan secara terbuka mengakui bahwa dia salah tentang sebuah kasus di Chili dan bersumpah bahwa Gereja tidak akan pernah lagi berusaha untuk menutupi kesalahan seperti itu. Pada 2019, dia menyerukan "pertempuran habis-habisan" melawan kejahatan yang harus "dihapus dari muka bumi."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini