“Perilaku Rusia yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab membahayakan keberlanjutan jangka panjang luar angkasa dan dengan jelas menunjukkan bahwa klaim Rusia untuk menentang persenjataan luar angkasa adalah tidak jujur dan munafik,” lanjutnya.
"AS akan bekerja dengan mitra dan sekutu kami untuk menanggapi tindakan mereka yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, badan antariksa Rusia Roscosmos meremehkan insiden itu. "Orbit objek, yang memaksa kru hari ini untuk pindah ke pesawat ruang angkasa sesuai prosedur standar, telah menjauh dari orbit ISS. Stasiun berada di zona hijau," cuit agensi tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban, asal-usul rudal ini sekarang berada di bawah sorotan. Puing-puing ini tampaknya berasal dari satelit Rusia yang rusak, Kosmos-1408, yakni sebuah satelit mata-mata yang diluncurkan pada 1982. Berat satelit mencapai lebih dari satu ton dan telah berhenti bekerja bertahun-tahun yang lalu.
LeoLabs, sebuah perusahaan pelacak puing-puing luar angkasa, mengatakan bahwa fasilitas radarnya di Selandia Baru telah menangkap banyak objek di mana seharusnya pesawat ruang angkasa itu berada.
Brian Weeden, seorang ahli dalam kesadaran situasi ruang angkasa, sebelumnya mengatakan bahwa jika benar Rusia telah melakukan tes yang membahayakan ISS, maka tindakan itu akan "sangat tidak bertanggung jawab".