Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pilu Pasutri Korban Kebakaran Koja Mengais Barang Berharga di Reruntuhan

Yohannes Tobing , Jurnalis-Kamis, 18 November 2021 |00:03 WIB
Kisah Pilu Pasutri Korban Kebakaran Koja Mengais Barang Berharga di Reruntuhan
Pasutri mengais barang berharga di reruntuhan rumah kebakaran Koja, Jakarta Utara (Foto: Yohannes Tobing)
A
A
A

JAKARTA - Pasca kebakaran puluhan rumah warga di Jalan Fort Timur atau Jalan Lorong L, RW 008 dan RW 010 Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Selasa 16 November 2021 sore. Tercatat puluhan rumah warga habis dilahap si jago merah.

Dari data dari Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara, peristiwa kebakaran ini telah mengakibatkan 45 rumah hangus dilalap api. Sebanyak 448 orang dari 88 KK kehilangan tempat tinggal mereka.

Baca Juga:  Polisi Tangkap 1 Orang Diduga Penyebab Kebakaran Permukiman di Koja

Berdasarkan pantauan wartawan MNC Portal di lokasi, sejumlah warga atau korban kebakaran di Koja, terlihat masih melakukan upaya pembersihan maupun mencari barang berharga yang tidak sempat terselamatkan.

Seperti yang dilakukan sepasang suami istri (Pasutri) Suherman (56) dan Khatijah (52) yang terlihat sedang menggali reruntuhan kayu maupun tembok rumah yang telah runtuh dan menjadi gundukan.

Baca Juga:  Permukiman Padat di Koja Terbakar, 18 Unit Damkar Meluncur ke TKP

Menurut Suherman, dirinya bersama dengan istrinya sedang berupaya mencari barang berharga seperti perhiasan berupa cincin dan gelang emas yang tak sempat diselamatkan saat kebakaran hebat terjadi.

"Iya lagi cari barang berharga siapa tahu aja ketemu cincin istri saya sama gelang, ya lumayan kalau ketemu buat bayar kontrakan. Ketindihan rak piring gitu, takutnya ada di selipan gitu, makanya ini lagi nyari," kata Suherman.

 

Sementara itu Khatijah mengatakan, saat dirinya dan suami mengetahui ada kebakaran saat sedang dipasar. Maka keduanya bersama dengan anak langsung bergegas kabur. Sehingga tidak dapat menyelamatkan barang apapun termasuk pakaian.

"Barang-barang udah habis baju habis semua rak piring barang-barang enggak sempat bawa apa-apa. Habis kalau saya bawa api udah makin gede, angin kencang," ucap Katijah.

Menurutnya Khatijah, sejak dirinya tinggal 35 tahun sejak 1979. Di daerahnya tersebut belum pernah mengalami kebakaran hebat seperti kemarin. Pasalnya selama ini jika ada kebakaran maka akan cepat teratasi.

"Di sini sih jarang kebakaran yah. Pernah juga sih tapi kecil dan itu juga cepat teratasi. Tapi kemarin sangat beda, api cepat membesar dan merembet di sekitar," tuturnya.

Akibat kebakaran hebat ini, Khatijah dan Suherman bersama anak tunggal mereka mengungsi di rumah kerabat yang tak jauh dari Pasar Sidang atau tempat tinggalnya yang kini tengah rata dengan tanah.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement