Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gerhana Bulan Terpanjang dalam Seabad Terjadi Hari Ini, Begini Cara Melihatnya

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Jum'at, 19 November 2021 |08:54 WIB
Gerhana Bulan Terpanjang dalam Seabad Terjadi Hari Ini, Begini Cara Melihatnya
Gehana Bulan terlama terjadi hari ini/ Daily Times
A
A
A

JAKARTA- Fenomena alam langka gerhana bulan terlama di abad ini akan berlangsung pada hari ini, Jumat (19/11/2021).

Badan Antariksa dan Penerbangan Nasional (NASA), mengatakan, gerhana bulan akan berlangsung selama tiga jam 28 menit. Sebelumnya, pada 2018, gerhana bulan purnama terjadi selama satu jam 42 menit dan 57 detik.

(Baca juga: Simak! Begini Pedoman Penyelenggaraan Sholat Gerhana Bulan saat Pandemi)

Gerhana akan berlangsung kurang dari dua jam, sehingga fenomena alam yang akan terjadi pada pertengahan November ini dianggap sebagai gerhana bulan terlama. Bulan di akhir November juga dikenal sebagai 'bulan beku' atau 'bulan berang-berang'. Artinya, gerhana bulan kali ini akan menjadi 'blood moon' sebagian dengan warna kemerahan yang terlihat di permukaan bulan.

(Baca juga: Saksikan Gerhana Bulan Sore Ini, Simak Lokasi Penampakannya!)

Blood moon adalah sebutan yang diberikan untuk fenomena gerhana bulan purnama yang terjadi ketika posisi bumi berada persis di antara matahari dan bulan sehingga bayangan bumi menutupi bulan. Pada 19 November, diperkirakan hampir 97 persen bulan akan terlindungi dari Bumi. Antara tahun 2001 dan 2100, total 288 fenomena gerhana bulan diperkirakan akan terjadi.

Gerhana bulan diawali fase awal penumbra yang terjadi pukul 13.00 WIB atau 14.00 Wita atau 15.00 WIT. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal ini sebab Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit. Selanjutnya, terjadi fase awal sebagian pukul 14.18 WIB atau 15.18 Wita atau 16.18 WIT, yang masih belum bisa teramati dari seluruh wilayah Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement