Gedung Putih: Biden Akan Maju di Pilpres AS 2024

Antara, · Selasa 23 November 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 18 2506343 gedung-putih-biden-akan-maju-di-pilpres-as-2024-7pdLoq84mF.jpg Presiden AS Joe Biden (Foto: Antara/Reuters)

WASHINGTON - Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Senin (22/11) mengatakan kepada wartawan, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bermaksud mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden (pilpres) 2024.

"Dia akan mencalonkan diri lagi. Itu niatnya," kata Psaki saat Biden berangkat dengan pesawat Air Force One untuk menghadiri acara Thanksgiving bersama pasukan AS di Fort Bragg, Carolina Utara.

Biden, 79, telah mengalami penurunan tingkat kepuasan publik atas kinerjanya dalam beberapa bulan terakhir.

Perkembangan itu membuat beberapa anggota Partai Demokrat bertanya-tanya mengenai kemungkinan Biden tidak mencalonkan diri untuk masa jabatan presiden selama empat tahun lagi.

 Baca juga: Gedung Putih: Percakapan Telepon Biden-Macron 'Bersahabat'

Para anggota partai Demokrat AS terguncang oleh kemenangan Partai Republik dalam pemilihan di Negara Bagian Virginia pada awal November dan kemenangan tipis Demokrat di New Jersey.

Sejumlah pertanyaan telah muncul tentang kelangsungan karir Wakil Presiden AS Kamala Harris pada 2024 seandainya Biden memutuskan untuk tidak mencalonkan diri lagi.

Baca juga:  Jadi Presiden AS, Joe Biden: Banyak yang Harus Dipulihkan dan Disembuhkan

Jajak pendapat yang dilakukan oleh media USA TODAY bersama Suffolk University baru-baru ini menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Harris hanya mencapai 28 persen.

Biden menjalani pemeriksaan fisik pertama pada Jumat (19/11) sejak menjabat pada Januari 2021. Para dokter mengamati bahwa Biden terlihat kaku ketika berjalan dan sering mengalami batuk karena refluks asam. Namun, para dokter mengatakan sang presiden sehat dan layak menjalani tugas.

Prospek politik Biden minggu lalu tampaknya telah didukung oleh pengesahan Kongres untuk rencana infrastruktur senilai satu triliun dolar AS (sekitar Rp14,26 kuadriliun).

Namun, rencana pengeluaran untuk paket jaringan pengaman sosial senilai dua triliun dolar AS (sekitar Rp28,52 kuadriliun) masih diperdebatkan di Kongres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini