Massa Jarah Toko dan Bakar Gedung Parlemen, Kepulauan Solomon Berlakukan Lockdown 36 Jam

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 25 November 2021 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 18 2507074 massa-jarah-toko-dan-bakar-gedung-parlemen-kepulauan-solomon-berlakukan-lockdown-36-jam-AdjLma50Mf.JPG Serpihan puing dan sampah terlihat di jalan raya di Honiara, Kepulauan Solomon setelah demonstrasi dan kerusuhan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Manasseh Sogavare, 24 November 2021. (Foto: Reuters)

HONIARA - Kepulauan Solomon memberlakukan penguncian (lockdown) 36 jam di ibu kota Honiara setelah massa yang berdemonstrasi menuntut pengunduran diri perdana menteri menjarah toko-toko dan membakar gedung, termasuk gedung parlemen negara Pasifik itu.

Perdana Menteri Manasseh Sogavare menyerukan penguncian dalam pidato yang disiarkan Rabu (24/11/2021) malam, setelah polisi sebelumnya mengerahkan gas air mata untuk membubarkan protes.

BACA JUGA: Negara Ini Lenyap dari Peta saat Air Laut Pasang, Terancam Musnah di Masa Depan

Menurut laporan media, orang-orang dari pulau terpadat di negara itu, Malaita, telah melakukan perjalanan ke ibu kota meluapkan kemarahan mereka tentang sejumlah masalah domestik termasuk janji infrastruktur yang belum terealisasi.

Selain kemarahan tentang kurangnya pembangunan, pemerintah Solomon telah menghadapi tekanan atas keputusannya memutuskan hubungan dengan Taiwan dan membangun hubungan formal dengan China pada 2019.

 BACA JUGA: 7 Juli 1978, Kepulauan Solomon Resmi Merdeka

"Bangsa kita menyaksikan peristiwa menyedihkan dan tidak menguntungkan lainnya yang bertujuan menjatuhkan pemerintah yang terpilih secara demokratis," kata Sogavare sebagaimana dilansir Reuters.

"Sejujurnya saya berpikir bahwa kita telah melewati hari-hari tergelap dalam sejarah negara kita, namun peristiwa hari ini adalah pengingat yang menyakitkan bahwa kita masih harus menempuh jalan yang panjang."

Penguncian di Honiara, yang akan berlangsung hingga pukul 7 pagi pada hari Jumat, waktu setempat, "akan memungkinkan lembaga penegak hukum kami untuk menyelidiki sepenuhnya para pelaku peristiwa hari ini dan untuk mencegah perusakan tanpa hukum lebih lanjut," katanya.

Selain menjarah toko-toko, para demonstran membakar gedung beratap jerami di halaman gedung parlemen dan sebuah kantor polisi, kata perdana menteri.

Kepolisian Kepulauan Solomon (RSIPF) mendesak orang-orang yang bersekolah dan bisnis di sekitar Honiara untuk tinggal di rumah agar tidak terpengaruh oleh kerusuhan.

"Kami ingin memastikan bahwa jalan, sekolah, dan bisnis kami akan segera dibuka kembali setelah penguncian," kata Wakil Komisaris RSIPF Juanita Matanga dalam sebuah pernyataan.

"Saya meminta kerja sama Anda sampai situasinya menjadi normal."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini