Kasus Anak Panti Asuhan Diperkosa dan Dianiaya, Pengacara Pertanyakan Terduga Pelaku Tidak Ditahan

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 25 November 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 340 2507354 kasus-pemerkosaan-dan-perundungan-tetapkan-7-tersangka-ini-kata-pengacara-FjQJCiCQlQ.jpg Seorang korban pemerkosaan di Malang justru dibully teman-temannya sendiri (Foto : MPI/tangkapan layar video viral)

MALANG - Pengacara korban pemerkosaan dan perundungan di Malang mengapresiasi langkah cepat polisi menetapkan 7 orang tersangka.

Kuasa Hukum korban, Leo Angga Permana menjelaskan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kerja cepat dari kepolisian. Paling tidak setelah penetapan tersangka ada titik terang dalam kasus tersebut. Dirinya juga bisa mengerti bahwa dari 7 tersangka, hanya 6 saja yang dilakukan penahanan. Satu tersangka lain tak dilakukan penahanan lantaran usianya kurang dari 14 tahun.

"Kami memahami hal itu karena memang dalam UU no 11 tahun 2012 sudah diatur. Memang anak yang belum mencapai usia 14 tahun tidak dilakukan penahanan," ucapnya, kepada wartawan pada Kamis (25/11/2021).

Namun demikian Leo mengakui, bahwa dirinya menyayangkan bahwa tiga terduga pelaku lain justru dikembalikan pada orang tuanya. Meskipun memang tak terlibat secara langsung pada peristiwa penganiayaan.

Namun, ketiga orang anak itu dianggapnya melakukan pembiaran terjadinya perundungan. Hal ini dinilai sudah melanggar UU nomor 35 tahun 2014 pasal 76c disebutkan bahwa setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta dalam kekerasan terhadap anak. Artinya ketiga orang tersebut menurut Leo, sudah melakukan pembiaran atas aksi kekerasan yang terjadi.

"Berdasarkan informasi dari tiga orang ini, satu memang masih dibawah 12 tahun. Tetapi yang dua lainnya ini kami juga belum mendapat penjelasan kenapa hanya menjadi saksi saja," tambahnya.

Baca Juga : Anak Panti Asuhan Korban Pemerkosaan dan Penyiksaan Trauma Berat, Masih Didampingi Psikolog

Pihaknya mengingatkan hukuman itu diberikan kepada, pelaku, bukan untuk menghakimi mereka, melainkan untuk memberikan efek jera kepada para tersangka. Hal ini

Leo mengakui bahwa apa yang mereka lakukan ini sebenarnya bukanlah untuk menghukum atau menghakimi para pelaku. Tetapi lebih pada memberikan efek jera kepada tersangka. Agar juga para tersangka sadar bahwa apa yang mereka lakukan keliru. Namun tetap dengan proporsi yang sesuai, mengingat para tersangka juga masih dalam kategori remaja.

"Kami sebenarnya tidak ingin ada penghukuman, tetapi memang harus ada efek jera. Agar juga mereka ini tidak merasa bangga dengan kelakuan mereka yang sebenarnya keliru dan keji. Jangan sampai juga kemudian terbangun mental penjahat dari para pelaku," jelasnya.

Terlepas dari itu, Leo mengakui bahwa pihaknya ingin para tersangka bisa belajar dari kejadian ini. Paling tidak saat mereka ditahan bisa menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah keliru dan tidak tepat.

"Mereka juga pasti ada pendampingan dari Bapas, Dinsos dan Peksos termasuk P2TP2A juga. Para tersangka ini bisa mendapat penjelasan bahwa tindakan mereka keliru," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah tindakan penganiayaan dan bullying kepada seorang remaja perempuan viral beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran, korban diketahui merupakan anak berusia 13 tahun yang tinggal di panti asuhan di Jalan Teluk Grajakan Gang XVII, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Terlihat pada video berdurasi 2 menit 29 detik korban mengalami pemukulan, tendangan, diejek, hingga dijambak rambutnya oleh beberapa teman korban. Aksi itu dilakukan oleh temannya yang tinggal di sekitar panti tersebut, di Perumahan Puri Palma, Blimbing, Kota Malang. Sebelum dianiaya diduga korban juga disetubuhi oleh seorang tetangga panti asuhan di kediaman rumahnya di sekitar Jalan Teluk Grajakan.

Polisi sendiri akhirnya menetapkan 7 orang tersangka, dari 10 orang anak yang ada di lokasi kejadian. Tiga orang anak tak ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan tidak terbukti melakukan aksi perundungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini