“Nah, La Nina sudah terjadi terindikasi ya atau terdeteksi dari bulan September lalu dan diperkirakan masih akan berlangsung sampai akhir musim penghujan nanti, di sekitar bulan April,” papar Fachri.
Fachri mengatakan fenomena La Nina ini akan meningkatkan intensitas curah hujan antara 20 hingga 70% dari normal.
“Jadi musim hujan kita tahun ini memiliki potensi air ataupun intensitas hujan yang lebih banyak karena berbarengan dengan aktifnya fenomena La Nina. Jadi dari hasil penelitian penambahan intensitas curah hujannya antara 20 hingga 70 persen dari normal,” tuturnya.
“La Nina bisa dirasakan di sebagian Sumatera, Jawa, Bali, NTB itu juga bisa berdampak, kemudian di Indonesia timur seperti di Sulawesi juga bisa terdampak,” pungkasnya.
(Awaludin)