Perutnya Sakit, Korban Perundungan dan Pemerkosaan di Malang Dibawa ke RS

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 26 November 2021 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 26 340 2508091 perutnya-sakit-korban-perundungan-dan-pemerkosaan-di-malang-dibawa-ke-rs-NrGGUt94dq.jpg Remaja korban perundungan dan pemerkosaan di Malang, Jawa Timur dibawa ke rumah sakit (Foto: Avirista M)

MALANG - Korban perundungan dan pemerkosaan di Malang, Jawa Timur menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Sebab, remaja itu mengeluhkan sakit di bagian perutnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami adanya diagnosa medis lain pasca penganiayaan yang terjadi pada pekan lalu. Menurut Ketua Tim Kuasa Hukum korban, Do Merda Al. Romdhoni mengakui, sejak Kamis malam kemarin kliennya mengeluhkan kesakitan di perutnya. Hal ini membuat tim dari penanganan konseling membawanya ke rumah sakit.

"Sebenarnya sejak semalam korban merasakan perutnya sakit kemudian hari ini menjalani pemeriksaan medis di salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang," ucap Dom saat dihubungi MNC Portal, pada Jumat siang (26/11/2021).

Baca Juga: Kisah Anak Bela Ibunya, Arteria Dahlan Salah Satunya

Namun, ia belum mengetahui pasti mengapa perut HN sakit karena proses pemeriksaan medis menyeluruh masih berlangsung. "Hari ini terkait perutnya, tidak tahu hasilnya seperti apa. Kita belum mendapatkan hasil pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.

Dom menjelaskan, sebelumnya korban juga sempat mengeluhkan penglihatannya yang kabur, serta sakit di bagian kepala, meski mulai berangsur-angsur membaik. Mengingat ada indikasi sakit di matanya karena efek penganiayaan yang dialaminya.

"Kemarin dilakukan pemeriksaan karena pengelihatan sebelah kiri itu kabur, jadi kemarin ke dokter mata. Kemarin seperti kabur, dan memang ternyata dia minus. Kita berikan kacamata sekalian, itu dari Dinsos. Ada indikasi itu juga karena penganiayaan. Karena itu sekalian pemeriksaan," tuturnya.

"Alhamdulillah (luka memar lainnya) berangsur pulih, seperti lebam, luka, bekas goresan dan lainnya berangsur pulih. Sampai saat ini belum bicara terkait ada keluhan di kepala. Tapi kalau yang sakit di bagian perut," tuturnya.

Baca Juga: Bejat, Pemilik Kos Perkosa Mahasiswi Baru Dua Kali Dalam Semalam hingga Korban Trauma

Selain pemeriksaan mata dan perut, dikatakan Dom, sapaan akrabnya, HN bakal menjalani rontgen dan pemeriksaan bagian organ dalam tubuhnya juga bakal dilakukan. Sebab, dikhawatirkan ada gangguan di organ dalam pasca peristiwa penganiayaan yang dialaminya.

"Ada rencana untuk itu. Kita tunggu hasil dari teman-teman di shelter. Sama jika nanti ada rekam medis yang disampaikan ke kami, kami akan informasikan ke teman-teman," katanya.

Sementara kondisi psikologis kliennya juga dinilai berangsur-angsur membaik. Beberapa kali HN telah bisa tersenyum saat diajak berkomunikasi, meskipun terlihat analisis tim psikolog dan pihak kuasa hukum, belum sepenuhnya pulih 100 persen.

"Tapi minimal dia sudah mulai ceria ketemu orang tidak seperti awal. Akan tetapi, kalau diajak bicara terkait permasalahan, pelaku, dia masih belum mau diajak bicara," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, sebuah tindakan penganiayaan dan bullying kepada seorang remaja perempuan viral beredar di media sosial. Dari hasil penelusuran, korban diketahui merupakan anak berusia 13 tahun yang tinggal di panti asuhan di Jalan Teluk Grajakan Gang XVII, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Terlihat pada video berdurasi 2 menit 29 detik korban mengalami pemukulan, tendangan, diejek, hingga dijambak rambutnya oleh beberapa teman korban. Aksi itu dilakukan oleh temannya yang tinggal di sekitar panti tersebut, di Perumahan Puri Palma, Blimbing, Kota Malang.

Sebelum dianiaya diduga korban juga disetubuhi oleh seorang tetangga panti asuhan di kediaman rumahnya di sekitar Jalan Teluk Grajakan.

Polisi sendiri akhirnya menetapkan 7 orang tersangka, dari 10 orang anak yang ada di lokasi kejadian. Tiga orang anak tak ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan tidak terbukti melakukan aksi perundungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini