Share

Afsel: Larangan Terbang Tidak Dibenarkan, Bertentangan dengan Pedoman WHO

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 27 November 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 27 18 2508254 afsel-larangan-terbang-tidak-dibenarkan-bertentangan-dengan-pedoman-who-n1VJO6A0D4.jpg Ilustrasi virus Covid-19 (Foto: WebMD)

AFRIKA SELATAN - Kementerian kesehatan Afrika Selatan (Afsel) telah mengkritik langkah terburu-buru yang dilakukan sejumlah negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan baru. Afsel menyebut langkah ini "kejam", dan bertentangan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla mengatakan kepada wartawan bahwa larangan penerbangan terhadap negara itu "tidak dapat dibenarkan".

"Reaksi beberapa negara, dalam hal memberlakukan larangan perjalanan, dan tindakan semacam itu, sepenuhnya bertentangan dengan norma dan standar yang dipandu oleh Organisasi Kesehatan Dunia," katanya.

Hal senada diungkapkan Angelique Coetzee, ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan. Dia mengatakan kepada BBC bahwa pembatasan perjalanan di negaranya terlalu dini. "Untuk saat ini, ini adalah badai dalam cangkir teh," ujarnya.

Baca juga: WHO: Varian Baru Covid-19 Bernama Omicron, Jadi Perhatian Bersama

Larangan itu tampaknya sudah menimbulkan kebingungan di sejumlah bandara. Penumpang di pesawat yang melakukan perjalanan dari Cape Town ke Manchester melalui Amsterdam mengatakan kepada BBC bahwa mereka ditahan di landasan Bandara Schiphol di ibu kota Belanda selama empat jam, sebelum akhirnya turun untuk menjalani tes PCR.

Baca juga: Covid-19 Varian Baru Muncul, AS Larang Penerbangan dari Afsel

Seperti diketahui, WHO telah menyatakan varian virus corona baru sebagai "perhatian" dan menamakannya Omicron. Varian ini memiliki sejumlah besar mutasi, dan bukti awal menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang. Ini pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November lalu, dan juga telah diidentifikasi di Botswana, Belgia, Hong Kong dan Israel.

Tak berapa lama, sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE), Inggris, dan lainnya telah melarang penerbangan dari Afsel.

AS akan melarang perjalanan dari Afsel dan tujuh negara bagian Afrika selatan lainnya mulai Senin (29/11). Hanya warga dan penduduk AS yang diizinkan bepergian dari wilayah tersebut.

Para pejabat AS mengatakan penerbangan dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik dan Malawi akan diblokir, menyusul langkah-langkah sebelumnya yang diambil oleh UE.

Kemudian Jepang yang mengumumkan bahwa mulai Sabtu (27/11), pelancong dari sebagian besar Afrika selatan perlu dikarantina selama 10 hari dan mengambil total empat tes selama waktu itu. India juga telah memerintahkan penyaringan dan pengujian yang lebih ketat untuk pelancong yang datang dari Afrika Selatan, Botswana, dan Hong Kong Sedangkan Iran akan melarang pelancong dari enam negara Afrika selatan, termasuk Afrika Selatan. Warga Iran yang tiba dari wilayah tersebut akan dirawat setelah dites negatif dua kali.

Brasil juga mengatakan membatasi perjalanan ke wilayah tersebut dari enam negara di Afrika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini