Share

AS Hapus Kelompok FARC Kolombia dari Daftar Terorisme

Agregasi VOA, · Rabu 01 Desember 2021 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 18 2509976 as-hapus-kelompok-farc-kolombia-dari-daftar-terorisme-SGITqV7qHF.jpg Menlu AS Antony Blinken (Foto: AP via VOA)

NEW YORK - Amerika Serikat (AS) pada Selasa (30/11) mengumumkan penghapusan mantan pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) dari daftar organisasi teroris.

"Departemen Luar Negeri mencabut Pasukan Revolusioner Kolombia (FARC) sebagai organisasi teroris asing dari daftar," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah AS menunjukkan niatnya untuk menghapus daftar teroris pada 23 November lalu, pada malam peringatan tahun kelima pakta perdamaian antara pemerintah Kolombia dan FARC, yang berdampak pada perlucutan senjata dan pembubarannya setelah beberapa dekade terlibat dalam pertempuran.

Baca juga: Pimpinan Pemberontak Kolombia Umumkan Perang Tiga Tahun Setelah Perjanjian Damai

AS secara resmi menetapkan FARC sebagai organisasi teroris asing pada tahun 1997, titik tengah konflik enam dasawarsa antara pemberontak dengan pemerintah negara di Amerika Selatan tersebut.

Pada 24 November 2016, setelah negosiasi di Kuba, kelompok gerilyawan itu meletakkan senjata dan menandatangani kesepakatan damai dengan presiden Kolombia saat itu, Juan Manuel Santos.

 Baca juga: Kolombia & FARC Selangkah Lagi Akhiri Konflik Setengah Abad

Akan tetapi label teroris terus membayangi para anggotanya, termasuk mereka yang kini telah berubah menjadi anggota partai politik.

Dalam pernyataannya, Blinken mengumumkan FARC-EP dan Segunda Marquetalia, dua kelompok yang terbentuk dari sisa pemberontak FARC, telah ditambahkan ke dalam daftar teroris.

"Keputusan pencabutan itu tidak mengubah sikap yang berkaitan dengan tuduhan atau potensi tuntutan di Amerika Serikat terhadap mantan pemimpin FARC. Keputusan itu juga tidak menghapus keputusan Yurisdiksi Khusus Perdamaian Kolombia, yang menemukan tindakan mereka sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan," lanjutnya.

"Namun, keputusan itu akan memfasilitasi Amerika Serikat agar lebih dapat mendukung implementasi kesepakatan tahun 2016,” ujarnya.

Sekitar 13.000 gerilyawan telah menyerahkan senjata sejak penandatanganan pakta perdamaian tahun 2016, dan FARC telah berubah menjadi partai politik minoritas.

Namun kekerasan masih tetap ada di banyak wilayah Kolombia di mana para pemberontak FARC, lebih dari 5.000 di antaranya menolak kesepakatan tersebut, dan terus memerangi kelompok paramiliter dan pemberontak serta pengedar narkoba di negara penghasil kokain terbesar di dunia itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini