5 Ratu Terkenal Paling Kejam di Dunia, Bunuh Gadis Muda hingga Penjarakan Anak Sendiri

Susi Susanti, Okezone · Rabu 01 Desember 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 01 18 2510165 5-ratu-terkenal-paling-kejam-di-dunia-bunuh-gadis-muda-hingga-penjarakan-anak-sendiri-wKXcoX4oPL.jpg Countess Elizabeth Bathory (Wikimedia Commons)

INGGRIS – Pada jaman dahulu, kerajaan biasanya menjadi pemerintahan tertinggi di beberapa negara. Kerajaan ini bersifat absolut atau mutlak. Setiap orang tidak boleh ada yang membantahnya dan harus selalu patuh dengan perintah kerajaan. Kerajaan ini dipimpin raja maupun ratu. Namun tak hanya bijaksana, ratu atau raja ini juga ada yang terkenal karena kekejamannya dalam memerintah.

Bahkan saking kejamnya, beberapa ratu ini viral di media sosial. Seperti yang diunggah akun TikTok @aphrodite_story.

1. Elizabeth Bathory

Bathory lahir di Hungaria pada 1560, kurang lebih 100 tahun setelah Vlad 'The Impaler' Dracul atau Drakula meninggal. Kakek buyut Elizabeth Báthory adalah Prince Stephen Báthory yang merupakan salah satu Ksatria yang memimpin pasukan Vlad Dracul ketika dia merebut kembali kekuasaan di Walachia seabad sebelumnya.

Baca juga: Kisah Kaisar Romawi Caligula, Dikenal Raja yang Kejam

Bathory adalah countess Hungaria dari keluarga Báthory. Keluarga ini diingat untuk pertahanan melawan Utsmaniyah. Ia terkenal sebagai pembunuh berantai dalam sejarah Hungaria dan Slowakia. Dia dijuluki sebagai Wanita Berdarah Csejte (kini Čachtice). Istana Čachtice merupakan tempat ia menghabiskan hidupnya.

Baca juga: Kisah Raja Prancis Charles VI, Dijuluki Raja Gila

Dilansir Wikipedia, setelah kematian suaminya, ia dan empat pembantunya dituduh menyiksa dan membunuh ratusan wanita muda, dengan sekurangnya sebanyak 650 korban. Pada 1610, ia dipenjara di Istana Čachtice dan menghabiskan hidupnya disana.

2. Ranavalona

Ranavalona I lahir dengan nama Rabodoandrianampoinimerina (Ramavo) sekitar tahun 1778 . Dia dikenal dengan nama Ranavalo-Manjaka I, penguasa Kerajaan Madagaskar dari tahun 1828 hingga 1861. Ia menjadi ratu setelah kematian suami mudanya, Radama I.

Ranavalona menerapkan kebijakan isolasionisme dan swasembada, mengurangi hubungan ekonomi dan politik dengan negara-negara Eropa, memukul mundur serangan Prancis di kota pesisir Foulpointe, dan mengambil langkah-langkah keras untuk membasmi pergerakan Kristen di Madagaskar yang sebelumnya diprakarsai anggota London Missionary Society pada masa pemerintahan Radama I.

Selain itu, dia juga kerap melakukan praktik tradisional fanompoana, yakni kerja paksa sebagai pembayaran pajak untuk menyelesaikan proyek-proyek pekerjaan umum. Dia juga memaksa orang wajib militer (wamil) yang mencapai 20.000 hingga 30.000 orang.

Tingkat kematian di kalangan prajurit dan rakyat jelata pada masa kekuasaannya selama 33 tahun sangatlah tinggi akibat peperangan, wabah penyakit, kerja paksa dengan kondisi yang buruk, dan sistem peradilan yang kejam.

Akibat kebijakannya, Ranavalona menuai kecaman dari orang-orang Eropa yang sezaman dengannya, dan ia digambarkan sebagai seorang tiran atau bahkan sebagai orang gila. Citra negatif ini masih terus berlanjut di dalam literatur-literatur sejarah Barat hingga pertengahan dasawarsa 1970-an.

3. Isabella dari Kastilia

Di ranah politik, Isabel membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang cakap. Setelah mengawali masa-masa sulit di awal pemerintahan, Isabel berhasil menekan tingkat kejahatan dan menghapuskan warisan utang-utang dari masa pemerintahan kakak tirinya.

Paus Aleksander VI memberikan gelar "Penguasa Katolik" kepada Isabel dan suaminya Fernando karena dianggap telah melindungi agama Katolik di kerajaan mereka. Termasuk mengalahkan Sultan Granada Muhammad XII (Sultan Boabdil) dan pengusiran umat Muslim dan Yahudi dari Spanyol. Dia juga disebut-sebut melakukan pembantaian pada warga yang berpindah agama.

Isabel juga dikenal akan dukungannya terhadap Kristoforus Kolumbus dalam upaya menemukan dunia baru. Kebijakan Isabel terkait reconquista dan dukungannya akan penjelajahan samudera menjadi salah satu hal yang mengubah geopolitik dunia, pergeseran batas wilayah dunia Kristen dan Islam, dan pemantik awal bagi bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera dan kolonialisme pada masa setelahnya. Hal ini membuat Isabel menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia.

4. Wu Zetian

Wu Zetian juga dikenal sebagai Wu Zhao, Wu Hao, adalah satu-satunya perempuan dalam sejarah Tiongkok yang secara resmi dan diakui berkuasa sebagai maharani (kaisar wanita).

Wu mengawali kehidupannya di istana sebagai selir dari Kaisar Li Shimin (Taizong). Setelah mangkatnya sang kaisar pada tahun 649, dia kemudian menjadi selir dari penerus dan putra Li Shimin, Kaisar Li Zhi (Gaozong), dan kemudian menjadi permaisuri sang kaisar pada 655. Setelah suaminya meninggal pada 683, takhta diwariskan kepada putra mereka, Kaisar Li Xian (Zhongzong).

Namun, Wu yang menjadi ibu suri, diketahui mengendalikan kekaisaran. Belum genap dua bulan memerintah, Li Xian digulingkan oleh ibunya sendiri, diasingkan, dan dijadikan tahanan rumah, lantaran sang kaisar berseloroh hendak menyerahkan kekaisaran kepada ayah mertuanya, Wei Xuanzhen.

Akhirnya takhta itu diserahkan kepada putra Wu yang lain, Li Dan (Ruizong). Li Dan yang hanya menjadi kaisar boneka yang dikendalikan ibunya kemudian menyerahkan takhta pada 690 kepada ibunya. Wu kemudian menyatakan dirinya sebagai huángdì, gelar yang disandang oleh para Kaisar Tiongkok. Gelar ini menjadikan dia satu-satunya wanita yang menyandang gelar tersebut sepanjang 4.000 tahun sejarah Tiongkok.

5. Ratu Marry

Dibawah kepemimpinannya, Mary mengembalikan katolik sebagai agama resmi Inggris, menghapus banyak hukum agama yang dibuat oleh ayah dan saudara tirinya, dan memulihkan doktrin gereja katolik. Bagi penganut katolik, keberadaan Mary sebagai ratu tentu sangat melegakan.

Tapi bagi penganut protestan, Mary jelas adalah mimpi buruk. Tiga tahun setelahnya, Mary membakar sekitar 300 orang protestan yang menolak merubah keyakinannya menjadi katolik. Untuk kejahatannya itu, sang ratu dijuluki "Bloody Mary" oleh rakyatnya sendiri.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini