JAKARTA - Berkolaborasi dengan 19 bank, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank DKI sebagai MLA (Mandated Lead Arrangers) upaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Sebanyak 19 bank tersebut terdiri dari Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia, Bank Swasta Nasional dan Lembaga Keuangan Syariah (Badan Pengelola Keuangan Haji) untuk menyalurkan pembiayaan sindikasi sebesar Rp 4 triliun kepada PT Permodalan Nasional Madani.
“Ini memiliki nilai Rp4 triliun, bila dibayangkan penerima dari modal ini antara Rp2 juta-Rp5 juta bisa sampai 2 juta unit usaha yang terfasilitasi lewat pembiayaan ini. Jadi, kami bersyukur. Harapannya, dalam situasi pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi ini, mereka yang berskala ultra mikro, mikro dan kecil akan bisa mendapatkan permodalan,” ucap Anies dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kredit Pembiayaan Sindikasi PT Permodalan Nasional Madani, Penyaluran Pembiayaan bagi Pelaku Usaha Ultra Mikro, Mikro dan Kecil di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.
Baca juga: Heboh Wanita Pamer Payudara di Bandara Yogya, Polisi Buru Pelaku
Baca juga: Wanita Ini Penganut Agama UFO, Tolak Pakai Baju Tutupi Payudara
Menurut Anies, pembiayaan sindikasi ini merupakan bentuk dari hadirnya keadilan sosial melalui mekanisme pasar. Ia mengatakan bahwa lembaga keuangan melalui bank-bank tersebut menyuntikkan dana permodalan langsung kepada mereka para pengusaha ultra mikro, mikro dan kecil untuk nantinya mereka dapat berkembang.
“Bahwa, di dalam kita memfasilitasi kesejahteraan, prinsip yang selalu dianut adalah memberikan kesempatan pada yang kecil untuk menjadi besar tanpa mengecilkan yang sudah besar. Mekanismenya seringkali tak banyak, sehingga ini bukan sekadar melaksanakan program, tetapi ini melunasi janji kemerdekaan, memajukan kesejahteraan umum dan menghadirkan keadilan sosial,” ungkap Anies sebagaimana dikutip dari laman PPID DKI Jakarta.