BOYOLALI - Banyak orang berkunjung ke Petilasan Ki Kebokanigoro di Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, untuk bersemedi agar hajatnya dapat terkabul. Petilasan itu disebut milik Ki Kebokanigoro yang merupakan keturunan Majapahit.
Melansir Solopos, Jumat (3/12/2021), berdasarkan keterangan di akun Instagram @misterisolo, Ki Kebokanigoro merupakan seorang pertapa yang kerap melakukan perjalanan spiritual sejak remaja.
Ia lahir pada 1472 Masehi. Darah Majapahit mengalir dari ibunya, Putri Pembayun yang merupakan anak Brawijaya V dan ayahnya, Adipati Pengging, merupakan keturunan ulama Arab.
Kebokanigoro konon membelot dan tidak tunduk terhadap kekuasaan Kerajaan Demak. Ia lalu menjadi buron Raden Fatah.
Kebokanigoro melarikan diri ke lereng Gunung Merapi di Boyolali. Di sanalah ia bertemu Rangga Tohjoyo, murid Syekh Siti Jenar yang juga menjadi buron prajurit Kerajaan Demak.
Kebokanigoro pun berhasil lolos dari kejaran prajurit Kerajaan Demak saat di Selo, Boyolali, yang kini mejadi petilasannya.
Baca Juga : Ramalan Sabdopalon, Pageblug di Pulau Jawa 'Pagi Sakit Sore Mati'
Di Selo, Kebokanigoro disambut baik dan mendapatkan banyak pengikut. Tak heran jika tempat bertapanya dirawat dengan baik hingga sekarang. Orang-orang pun mendatangi petilasannya pada malam-malam tertentu untuk bersemedi agar hajatnya terkabul.
Hingga kini, meninggalnya Kebokanigoro masih menjadi perdebatan. Ada pihak yang meyakini Kebokanigoro dimakamkan di Desa Turgo, lereng Gunung Merapi.
Ada juga pendapat sang pertapa itu dikremasi lantaran penganut Dewa Shiva Budha. Namun ada juga beberapa orang yang menyebut Kebokanigoro moksa di Selo Boyolali yang kini menjadi petilasan.
Kebokanigoro meninggal dunia setelah mengetahui akan adanya sosok keturunan Brawijaya V yang meneruskan kerajaan Jawa, yakni Jaka Tingkir sang pendiri Kerajaan Pajang, Solo. Kerajaan inilah yang menjadi kelanjutan dari Kerajaan Demak.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.