Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemenkes Siapkan 5 Rumah Sakit Rujukan Tangani Korban Erupsi Gunung Semeru

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Minggu, 05 Desember 2021 |20:09 WIB
Kemenkes Siapkan 5 Rumah Sakit Rujukan Tangani Korban Erupsi Gunung Semeru
Gunung Semeru meletus (Foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Jusuf Singka menuturkan bahwa korban dari erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur paling banyak luka bakar yang memerlukan rujukan rumah sakit. Sebanyak lima rumah sakit rujukan disiapkan Kemenkes.

"Mengenai korban paling banyak yang sangat serius adalah korban luka bakar dan cukup berat akan dievakuasi dan dirujuk ke rumah sakit yang memenuhi syarat," kata Jusuf saat konpers virtual, Minggu (5/12/2021).

"Jadi ada 5 rumah sakit yang menjadi rujukan termasuk rumah sakit yang siap di Surabaya yang siap menerima pasien pasien. Termasuk dalam hal rujukan rumah sakit jiwa," tambahnya.

Kemudian, Jusuf menyebut tersedia empat pos pengungsi di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang masing-masing tersedia pos kesehatan. Selain itu, logistik kesehatan pun telah sampai di setiap lokasi pengungsian.

"Aktivitas di bidang kesehatan sudah berjalan sejak terjadinya erupsi Gunung Semeru. Pagi tadi sudah masuk semua logistik yang sudah dikirim dari Jakarta bersama BNPB antara lain alat kesehatan yang bersifat dasar yang akan terus kita tindaklanjuti. Ada 4 pos pengungsi yaitu di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro di setiap pos ada pos kesehatan telah malaksanakan pelayanan kesehatan sebanyak 77 orang yang ada di tenda pengungsian," ujarnya.

Lebih lanjut, Jusuf menyebut relawan medis juga sudah siap. Tetapi, perlu koordinasi lebih lanjut.

"Relawan medis telah masuk namun demikian perlu koordinasi lebih lanjut lagi karena kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang itu sebagai komandan dari EOC itu berusaha melakukan suatu cara bagaimana bagusnya supaya tidak langsung menumpuk nakes tersebut tetapi dibuat secara bertahap. Saat ini dengan dua shift mereka bekerja dan harus membagi perannya Masing-masing," tuturnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement