Share

AS Kembalikan 921 Artefak Curian ke Mali

Agregasi VOA, · Kamis 09 Desember 2021 05:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 18 2514175 as-kembalikan-921-artefak-curian-ke-mali-oFRgkRyvsx.jpg Artefak curian dari Mali (Foto: Reuters)

MALI - Amerika Serikat (AS) mengembalikan koleksi lebih dari 900 artefak curian ke Mali. Acara pengembalian pada Selasa (7/12) dilakukan di ibu kota negara di Afrika Barat itu.

Sebanyak 921 benda arkeologi dan etnografi yang dijarah tiba di Mali pada minggu lalu. Benda-benda itu dijual secara ilegal di Amerika tetapi sebelumnya terdaftar sebagai replika.

Perdana Menteri Mali Choguel Kokalla Maiga dan Duta Besar Amerika Dennis Hankins secara hati-hati membuka kemasan kotak yang berisi benda-benda itu di depan media di Museum Nasional Bamako. Duta Besar Hankins kemudian menyerahkan benda-benda itu kepada Perdana Menteri secara simbolis.

Baca juga: 800 Artefak Curian Ditemukan di Italia, Bernilai Rp189 Miliar

"Contoh baik Pemerintah Amerika layak diikuti semua negara yang menyimpan benda-benda warisan nasional,” terang Maiga.

Benda-benda itu awalnya ditemukan pada 2009, lalu diserahkan kepada tim antropolog untuk menetapkan keasliannya. Di antara artefak itu adalah batu rami dan kepala kapak yang berasal dari periode Neolitik. Harta karun itu juga mencakup enam guci abu jenazah dari tahun antara 900 dan 1700 M dan panci polikrom berleher tinggi dari tahun 1100 dan 1400 M.

Baca juga: Dijarah saat Perang Teluk, Puisi Tertua di Dunia Berusia 3.500 Tahun Akhirnya Kembali 

Kekacauan politik di Mali selama bertahun-tahun memperumit upaya mengatasi perdagangan ilegal benda-benda budaya dan sejarah, dan menunda pengembalian 900 artefak itu. Mali berencana memajang artefak-artefak itu di museum.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini