JAKARTA - Kapolri yang terkenal akan prinsip sederhana, jujur, dan tegas ialah Hoegeng. Hoegeng sempat menjabat sebagai Kapolri ke-5 dalam masa pemerintahan Presiden Soeharto pada tahun 1968. Kepribadian Hoegeng merupakan salah satu ciri yang sangat dikenali dari seorang Hoegeng. Tak disitu saja, sampai saat ini nama Hoegeng juga menjadi salah satu suritauladan akan caranya memimpin dan bersikap jujur.
Semasa hidupnya ia memiliki banyak kisah serta lika-liku menjadi seorang abdi negara. Salah satunya menjadi Kapolri yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab besar terhadap anak buahnya.
Salah satu ceritanya diceritakan oleh Didit, anak kandung Hoegeng. Didit bercerita bahwa selepas ayahnya selesai diberhentikan menjadi Kapolri, ayahnya juga pernah mendapat ancaman pembunuhan.
Lalu Kapolri yang saat itu dijabat oleh Anton Soedjarwo berinisiatif memberikan pengawalan terhadap Hoegeng, akan tetapi Hoegeng menolaknya. Polri saat itu tetap memaksa karena ancaman itu nyata dan sewaktu-waktu benar adanya dan kemudian Hoegeng menyetujui adanya pengawalan dengan syarat pengawalan tidak mencolok dan tidak membatasi keseharian keluarganya.
Mendengar hal tersebut Polri pun memutar otak dengan cara membuka warung rokok. Hoegeng yang menyadari ada keganjalan dengan toko yang tiba-tiba buka didepan rumahnya pun segera menghampiri. Lalu ketika di cek ternyata mereka adalah intel-intel polri yang ditugaskan untuk menjaga Hoegeng. Dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi dan Mentri Teladan karya Suhartono:
“Saat datang kedepan warung, papi malah diberi hormat. Ternyata, penjaga warung adalah intel-intel Polri yang memang diminta bertugas untuk menjaga papi. Namun, papi keberatan, dan meminta mereka untuk pergi” ucap Didit.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.