Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penampakan Foto Udara Kondisi Kawah Puncak Semeru Sebelum dan Setelah Erupsi

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 12 Desember 2021 |13:07 WIB
Penampakan Foto Udara Kondisi Kawah Puncak Semeru Sebelum dan Setelah Erupsi
Gunung Semeru sebelum (atas) dan sesudah (bawah) erupsi. (Foto: Youtube Andrea Ramadhan)
A
A
A

LUMAJANG - Erupsi Gunung Semeru jadi salah satu bencana alam terbesar yang terjadi di Indonesia pada 2021. Data BNPB sejauh ini menunjukkan korban meninggal berjumlah 46 orang dan 104 terluka.

Tentu menarik untuk dilihat penampakan Gunung Semeru sebelum dan sesudah erupsi. Video rekaman puncak Gunung Semeru ini direkam oleh seorang Youtuber di kanalnya Andrea Ramadhan. 

Terdapat tiga video terkait Gunung Semeru sebelum dan sesudah erupsi. Dimana video drone udara penampakan puncak Gunung Semeru sebelum erupsi direkam pada 5 November 2021. Sedangkan dua video pasca erupsi Gunung Semeru direkam menggunakan drone dan diunggah pada 10 Desember 2021 dan 11 Desember 2021.

Terlihat pada video pertama sebulan sebelum erupsi, asap tebal yang merupakan awan menutupi puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Perbedaan signifikan justru terlihat di video kedua, di mana puncak gunung setinggi 3.676 mdpl sisi tenggara yang berlubang karena material vulkanik yang dilontarkan pada Sabtu 4 Desember 2021 lalu. 

Video kondisi puncak Gunung Semeru begitu jelas terekam. Di video itu juga terlihat kepulan asap masih membumbung sekitar 250 meter di atas puncak gunung. Bukaan kawah terlihat cukup lebar dari perbandingan dua video sebelum erupsi.

Semeru setelah erupsi

Sementara di video ketiga terlihat bagaimana dampak kerusakan yang ditimbulkan dari erupsi Gunung Semeru, video ini direkam sang Youtuber dengan drone pada Sabtu pagi (11/12/2021) sekitar pukul 07.30 WIB.

Tampak aliran lava dan material mengubur lereng dan kaki gunung. Sejauh mata memandang tak ada lagi vegetasi hijau yang menunjukkan adanya tanaman. 

Baca juga: Pencarian Korban Semeru Kini Difokuskan Cari Penambang Pasir yang Hilang

Material vulkanik membentuk semacam rongga-rongga dan bebatuan yang tampak mengeras. Beberapa area yang terlihat di lereng gunung juga masih tampak mengeluarkan asap putih bertanda masih panas.

 

Video ini juga merekam dampak kerusakan parah di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Beberapa rumah warga, pepohonan, dan lahan perkebunan milik warga turut terdampak. Namun tak terlihat alat berat maupun peralatan penambang pasir yang terdapat di aliran sungai.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru meletus pada 4 Desember 2021 dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kurang lebih pukul 15.20 WIB.

Akibat letusan Gunung Semeru ini tercatat hingga Sabtu malam 11 Desember 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 46 warga meninggal dunia. Selain itu sebanyak 104 orang terluka, rinciannya 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.  

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.  

Selain itu BNPB mencatat ada 9.118 warga mengungsi, dengan rincian 4.435 jiwa laki - laki dan 4.683 perempuan. Para pengungsi ini tersebar di 115 titik pengungsian, di antaranya terpusat di 18 titik di tiga kecamatan yakni Kecamatan Pasirian ada 6 titik, sebanyak 2.081 jiwa, Kecamatan Candipuro 8 titik dengan 3.538 jiwa, dan Kecamatan Pronojiwo 4 titik dengan 1.056 jiwa pengungsi. 

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement