Para peserta kontes kecantikan itu mendarat di Israel akhir bulan lalu dan sejak itu telah mengunjungi berbagai tempat di Israel – terkadang dikecam karena ketidakpekaan budaya.
Pada salah satu kunjungan di kota Rahat, para peserta mengenakan jubah dengan sulaman tradisional Palestina sambil menggulung daun anggur. Kegiatan itu dicuit oleh peserta asal Filipina, Beatrice Luigi Gomez, di akun Twitternya sebagai “Hari dalam kehidupan seorang Badui.”
Warga Badui – berbeda dari suku Badui di Banten – merupakan suku nomaden tradisional yang tergabung dalam komunitas warga Palestina di Israel. Mereka telah lama mengeluhkan diskriminasi dalam isu permukiman dan pendidikan.
“Kolonialisme, rasisme, perampasan budaya, patriarki, whitewashing, semua dalam satu tempat,” cuit Ines Abdel Razek dari kelompok advokasi Institut Palestina untuk Diplomasi Publik.
Para peserta dalam acara yang sempat dimiliki bersama oleh Donald Trump sebelum ia menjadi Presiden AS, harus berusia antara 18 dan 28 tahun, belum pernah menikah dan belum pernah punya anak.
Menurut penyelenggara, acara penobatan Miss Universe akan disaksikan oleh 600 juta penonton di 172 negara.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.