Share

Nani Apriliani, Wanita Cantik Pengirim Sate Sianida Divonis 16 Tahun Penjara

Priyo Setyawan, Koran SI · Senin 13 Desember 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 340 2516292 nani-apriliani-wanita-cantik-pengirim-sate-sianida-divonis-16-tahun-penjara-xJu8op4Fh5.jpg Sidang vonis sate bersianida/ MPI

BANTUL-Majelis hakim pengadilan negeri (PN) Bantul menjatuhkan vonis 16 tahun penjara kepada, Nani Apriliani Nurjaman (25) terdakwa pengirim sate bersianida. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut 18 tahun penjara

(Baca juga: Gadis Cantik Terdakwa Satai Beracun Dituntut 18 Tahun Penjara)

Putusan itu dibacakan saat sidang putusan yang digelar secara virtual di PN Bantul, Senin (13/12/2021).

Diketahui, Nani mengirimkan sate beracun itu untuk kekasihnya, Aiptu Tomi. Nani mengirimkan sate menggunakan jasa Bandiman tetapi dipesan secara offline. Sate tersebut menewaskan bocah bernama Naba Faiz Prasetya (9), warga Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, anak dari Bandiman seorang pengemudi ojek online (ojol).

(Baca juga: Ayah "Sate Beracun" Kirimkan Secarik Surat ke Tersangka: Saya Maafkan Anda)

Selain majelis hakim yang diketuai Aminuddin dan dua hakim anggota Sigit Subagyo dan Agus Supriyana. JPU dan tim kuasa hukum terdakwa hadir di ruang sidang. Sedangkan terdakwa menjalani sidang secara daring di Lapas wanita Wonosari, Gunungkidul.

Dalam putusan itu majelis hakim menyatakan terdakwa Nani Apriliani terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Barang bukti plastik kresek, bungkus, enam tusuk sate, lontong yang sudah dicampur saus kacang, satu kardus berisi makanan serta satu unit HP dimusnahkan. Motor, helm, sendal jepit dikembalikan kepada terdakwa dan, membebankan biaya perkara Rp2.500 kepada terdakwa.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sementara, hal yang meringankan selama persidangan terdakwa bersikap sopan, belum terjerat dalam kasus hukum lainnya, menyesali perbuatannya dan masih berusia relatif muda, sehingga diharapkan dapat memperbaiki kelakuannya.

Sedangkan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan matinya seorang anak. Terdakwa telah merencanakan perbuatannya dengan lebih dulu browsing racun yang mematikan sebanyak 3 kali racun sianida secara online.

Majelis hakim sebelum menutup sidang menawarkan kepada terdakwa dan JPU apakah banding atau menerima atas putusan tersebut

Tim penasehat hukum, terdakwa, R Anwar Ary Widodo menyatakan banding atas vonis itu. Alasannya vonis dinilai terlalu memberatkan dan tidak memenuhi rasa keadilan. Namun belum bisa memberikan penjelasan panjang atas rencana banding tersebut. Sebab masih menunggu petikan putusan dari PN Bantul. "Atas putusan ini kami banding,” jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini