Tak hanya itu, ia juga bercerita dalam berjualan ia memiliki beberapa tugas seperti menghitung keuangan, hingga disuruh menyembelih ayam.
"Bahkan lucunya saat saya sudah memegang usaha keluarga ini, banyak pelanggan yang menganggap jualan kita bukan Mbok Berek yang asli. Hal ini yang saya rasa kebanyakan anak muda zaman sekarang belum tentu mau, karena mendengar cerita kita saat sudah sukses saja. Sehingga mereka tidak bisa menikmati serunya berusaha," tuturnya.
Kegigihan, kesabaran serta ketelatenan Ari ini terus membawa Mbok Berek dapat menghadapi tantangan pandemi.
“Awal pandemi sampai Oktober 2021, omzet kami turun sampai 70 persen. Disitulah mentalitas kita diuji, bahwa kita harus tetap bertahan. Karena saya dididik bapak dari bawah, begitu terkena pandemi, saya terus gerak cepat untuk mengurangi operasional yang tidak perlu. Apa yang harus diselesaikan dulu, produksi kita stop sampai 50 persen," ucapnya
Dengan adanya GoFood diakui sangat membantu penjualan karena selama pandemi pengunjung tidak bisa datang. Bahkan ia merasa kalau tidak ada GoFood, mungkin penurunan akan jauh lebih parah dari 70 persen.
"Karena 30-40% dari omzet Mbok Berek selama pandemi itu penyumbang nya dari GoFood. Mental kita harus tetap dijaga, jangan pernah ngeluh, banding-bandingkan, introspeksi diri. Alhamdulillah kami juga tidak melakukan pengurangan karyawan dari yang berjumlah 20 orang, karena penting untuk terus memberikan penghidupan buat yang lain," ujarnya.