Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

Komaruddin Bagja , Jurnalis-Rabu, 15 Desember 2021 |10:44 WIB
 BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
Illustrasi (foto: freepick)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 15 - 16 Desember 2021.

Sub Koordinator Hubungan Pers dan Media BMKG, Dwi Rini Endra Sari menjelaskan, siklon tropis Rai 990 hPa di Samudra Pasifik utara Papua yang berdampak tidak langsung terhadap ketinggian gelombang di perairan Kep. Talaud, perairan utara Halmahera - utara Papua barat.

"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4 - 20 knot," kata Rini dalam keterangannya, Rabu (15/12/2021).

Baca juga: Siklon Tropis RAI Terdeteksi di Utara Papua, Begini Dampak Cuacanya di Berbagai Wilayah

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna utara, perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, perairan Kep. Talaud, perairan utara Papua barat - Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera barat - Papua barat.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan barat Aceh, perairan timur P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Enggano - Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan P. Sumba, perairan P. Sawu - Laut Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Samudra Hindia selatan Sumba - P. Rotte, Laut Natuna, perairan timur Kep. Bintan - Kep. Lingga, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Bitung - Kep. Sitaro, Laut Maluku bagian selatan, perairan utara Sula, perairan barat Halmahera, perairan utara Papua.

Baca juga: Diterjang Gelombang Tinggi, Pemakaman di Polewali Mandar Porak-poranda

Sedangkan gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di *Laut Natuna utara, perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, perairan selatan Jawa - P. Sumbawa, Samudra Hindia selatan Jawa - P. Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan utara Kep. Sangihe, perairan Kep. Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat, perairan utara Biak, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

"Dan mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement