Share

Amnesty International Tuntut Penyelidikan Kejahatan Perang di Afghanistan

Agregasi VOA, · Kamis 16 Desember 2021 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 16 18 2517855 amnesty-international-tuntut-penyelidikan-kejahatan-perang-di-afghanistan-dNlc64mj3q.jpg Sekjen Amnesty International Agnes Callamard (Foto: AP via VOA)

LONDON - Kelompok hak asasi manusia (HAM) global Amnesty International menuduh semua pihak dalam konflik di Afghanistan menimbulkan korban yang sangat "luas" pada warga sipil sebelum pemerintah yang didukung Amerikat Serikat (AS) di Kabul runtuh dan Taliban mengambil alih kekuasaan Agustus lalu.

Amnesty International yang berbasis di London hari Rabu (15/12), dalam sebuah laporan baru mengatakan selama berbulan-bulan menjelang Kabul direbut, kejahatan perang berulang kali terjadi dengan pertumpahan darah tanpa henti yang dilakukan oleh Taliban, pasukan keamanan Afghanistan dan militer AS.

“Bukti baru kami menunjukkan bahwa, jauh sebelum transisi kekuasaan yang diklaim Taliban terjadi, rakyat Afghanistan kembali membayar dengan nyawa mereka,” kata Agnès Callamard, Sekretaris Jenderal Amnesty International.

Baca juga: 40 Tahun Beroperasi, Amnesty International Akan Tutup Kantor di Hong Kong karena Terjegal UU Baru

“Rumah, rumah sakit, sekolah, dan toko berubah menjadi lokasi kejahatan karena orang berulang kali dibunuh dan terluka. Rakyat Afghanistan sudah terlalu lama menderita, dan para korban harus mendapat akses keadilan dan menerima ganti rugi,” lanjutnya.

Baca juga: Amnesty International: Taliban Bunuh 13 Orang Etnis Hazara, Termasuk Gadis Remaja

Amnesty International dalam laporannya mencatat bahwa selama kemajuan militernya di Afghanistan pada Juli dan Agustus lalu, pejuang Taliban menyiksa dan membunuh etnis dan agama minoritas, tentara yang setia kepada pemerintah yang digulingkan, dan orang-orang “ yang dianggap sebagai mantan simpatisan pemerintah dalam serangan pembalasan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini