Share

Laba-Laba Muncul saat Konferensi Pers, Menkes: Bisakah Seseorang Mengusirnya?

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 17 Desember 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 18 2518534 laba-laba-muncul-saat-konferensi-pers-menkes-bisakah-seseorang-mengusirnya-EbLT3i7pKu.jpg Menkes Queensland terkejut melihat laba-laba saat konferensi pers (Foto: Twitter/AnnastaciaMP)

QUEENSLAND - Ada 'tamu tak diundang' saat konferensi pers Menteri Kesehatan Queensland Yvette D'Ath ketika menjelaskan masalah Covid-19. D'Ath berbicara tentang perlunya bisnis untuk mematuhi perintah vaksin ketika dia berhenti di tengah kalimat dan melihat ada laba-laba di bawah.

"Oke, bisakah seseorang mengusir laba-laba itu?" ujarnya.

Seekor laba-laba pemburu yang penasaran rupanya mendekati menteri saat dia berbicara.

Kepala Petugas Kesehatan Dr John Gerrard dengan cepat menggunakan setumpuk kertas untuk mencoba megusir hewan berkaki delapan itu.

"Ini menunjukkan betapa saya bisa dikendalikan," canda Menteri.

“Saya akan terus berbicara dan berpura-pura saya tidak melihat laba-laba sekarang dan membiarkan orang lain mengatur.. tetapi jika itu mendekati wajah saya, tolong beri tahu saya,” lanjutnya.

 Baca juga: Lagi Asyik Mandi, Gadis Remaja Ini Syok Lihat Laba-Laba Sebesar Tikus

Chief Health Officer Queensland DR John Gerrard dan penerjemah reguler Auslan Mike Webb keduanya mendekati podium tempat D'Ath berdiri untuk mencoba dan mengusir laba-laba itu.

“Itu hanya sesaat, bukan?,” ujarnya bercanda setelah laba-laba itu pergi.

Baca juga: Jutaan Laba-Laba Tebarkan Jaring 'Seluas 1 Kilometer' Setelah Banjir Bandang di Australia

Laba-laba pemburu biasanya menggunakan racun untuk melumpuhkan mangsanya, dan diketahui menimbulkan gigitan defensif yang serius pada manusia.

Tak lama setelah dia memposting di akun Twitter-nya.

“Pembaruan - tidak ada laba-laba yang dirugikan selama konferensi pers,” cuitnya.

Momen aneh ini terjadi menjelang akhir konferensi pers ketika D'Ath mengumumkan lonjakan tiba-tiba dalam kasus Covid di Queensland menjadi 22 setelah negara bagian dibuka kembali untuk pengunjung antar negara bagian.

Delapan belas kasus telah menular di masyarakat, sementara dua terdeteksi di karantina rumah dan dua di karantina hotel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini