Share

16 Korban Kapal Tenggelam di Peraian Malaysia Belum Ditemukan

Antara, · Minggu 19 Desember 2021 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 19 18 2519220 16-korban-kapal-tenggelam-di-peraian-malaysia-belum-ditemukan-dPFvypQ8e2.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

KUALA LUMPUR - Wakil Direktur Maritim Johor Kapten Simon Templer menyatakan bahwa hingga Sabtu 18 Desember 2021 tidak ada penemuan baru dilaporkan tim penyelamat terkait dengan korban kapal tenggelam di Tanjung Balau.

Sehingga jumlah korban yang diduga masih hilang tetap 16 orang.

"Pencarian pada pagi hanya dilaksanakan oleh empat aset laut dari Badan Penegakan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia), Pasukan Polisi Marine (PPM) dan Tentara Laut DiRaja Malaysia (TLDM)," ujarnya, Minggu (19/12/2021).

Dia mengatakan keadaan cuaca yang tidak menentu di lokasi dengan hujan dan ombak besar membatasi jarak penglihatan sewaktu operasi pencarian. Selain itu, pencarian udara tidak dapat dilaksanakan pada setelah pagi.

"Pencarian melalui udara dilaksanakan sekiranya keadaan cuaca mengizinkan," katanya.

Pencarian di pesisir pantai masih diteruskan oleh anggota penyelamat yang terdiri atas Maritim Malaysia, Jabatan Bomba dan Penyelamat (JBPM) Angkatan Tentara Malaysia (ATM), Angkatan Pertahanan Awam (APM), dan Polisi DiRaja Malaysia (PDRM) meliputi Tanjung Siang hingga Sungai Musuh.

Baca juga: Kapal Terbalik di Talaud Sulut, 12 Nelayan Selamat

"Petugas daripada Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) juga berada di lokasi untuk bantuan sekiranya diperlukan," katanya.

Baca juga: Update Kapal Pengangkut WNI Tenggelam di Malaysia, Korban Tewas 19 Orang

Komunitas maritim, terutama nelayan, ujar dia, diimbau menangguhkan aktivitas di laut sekiranya keadaan cuaca bertambah buruk dan senantiasa peka kepada peringatan-peringatan cuaca yang dikeluarkan Kantor Meteorologi Malaysia, terutama kepada berbagai perahu kecil.

Sebelumnya, Dubes RI di Kuala Lumpur Hermono mengatakan 11 orang korban kapal terbalik yang meninggal di sebelah tenggara Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor adalah Warga Negera Indonesia (WNI). Saat ini korban tewas telah diketahui 19 orang.

Para korban, kata dia, diduga akan mencari pekerjaan secara ilegal di Malaysia.

"Menurut informasi penumpang yang selamat, penumpang kapal yang berangkat dari Tanjung Uban adalah WNI," ujar Hermono ketika dikonfirmasi di Kuala Lumpur, Rabu 16 Desember 2021.

Dia mengatakan dari 50 orang penumpang, sebanyak 11 orang sudah diketemukan jenazahnya dan terdiri dari tujuh laki-laki dan empat perempuan sedangkan 14 orang yang selamat terdiri dari 12 laki-laki dan dua perempuan.

Tetapi informasi terbaru, ujar dia, dari 14 yang selamat tersebut delapan orang sebetulnya adalah warga yang mau kembali ke Indonesia.

Baca juga: Bakamla: Korban TKI Ilegal Tenggelam di Perairan Malaysia 19 Orang, 17 Lainnya Belum Ditemukan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini