Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Luing dengan Jumlah Kaki Terbanyak Ditemukan di Australia

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Senin, 20 Desember 2021 |18:01 WIB
Luing dengan Jumlah Kaki Terbanyak Ditemukan di Australia
Luing ini ditemukan di kedalaman 60 meter di bawah tanah di pertambangan Australia Barat. (Foto: Reuters)
A
A
A

PERTH - Para ilmuwan di Australia menemukan luing dengan ukuran sangat panjang, dengan jumlah kaki lebih banyak dari hewan mana pun yang pernah diketahui.

Luing atau millipede berwarna pucat ini memiliki sekitar 1.300 kaki di badannya yang memiliki panjang tak biasa, 99 milimeter.

Makhluk ini diberi nama Eumilipes Persephone, dan ditemukan nyaris di kedalaman 60 meter di bawah tanah, di area pertambangan di Australia barat.

BACA JUGA: Ribuan Kaki Seribu Serbu Rumah Warga di Tegal

Pemegang rekor luing terpanjang sebelumnya berasal dari spesies di California dengan 750 kaki.

"Sebelumnya belum pernah ada luing yang ditemukan memiliki lebih dari 1.000 kaki, meskipun secara harafiah millipede berarti 'seribu kaki'," kata entomolog dari Virginia Tech, Paul Marek, peneliti utama riset yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, kepada kantor berita Reuters.

Dalam bahasa Indonesia, luing juga dikenal sebagai kaki seribu.

Nama ilmiah hewan ini, Eumilipes Persephone, berarti 'seribu kaki yang sebenarnya'.

BACA JUGA: Bocah 7 Tahun Digigit Ular Paling Berbisa di Dunia, Begini Nasibnya

Persephone diambil dari mitologi Yunani, nama seorang putri dari dunia bawah tanah.

Sama seperti hewan yang hidup di bawah tanah lainnya, luing ini tak memiliki mata dan juga tak berwarna. Para ilmuwan memperkirakan dia hidup dari jamur.

Seekor betina dewasa dalam penelitian ini memiliki 1.306 kaki dan satu ekor lainnya memiliki 998 kaki. Dua jantan dewasa masing-masing memiliki 818 kaki dan 778 kaki.

Luing pertama kali muncul lebih dari 400 juta tahun lalu. Saat ini diperkirakan ada sekitar 13.000 spesies luing.

"Menurut saya ini adalah binatang yang sangat mengagumkan, satu keajaiban evolusi," ujar penulis lain dalam penelitian itu, Bruno Buzatto, seorang ahli biologi murni dari Bennelongia Environmental Consultants di Perth, Australia.

"Hewan ini menunjukkan pemanjangan paling ekstrem yang pernah ditemukan pada luing, yang merupakan binatang pertama yang berhasil menaklukkan tanah," katanya.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement