Share

Kasus Omicron Melonjak, Biden Beli 500 Juta Alat Tes Covid-19 hingga Kerahkan 1.000 Militer ke RS

Susi Susanti, Okezone · Rabu 22 Desember 2021 06:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 22 18 2520714 kasus-omicron-melonjak-biden-beli-500-juta-alat-tes-covid-19-hingga-kerahkan-1-000-militer-ke-rs-rAHecRUBsb.jpg Biden beli 500 alat tes Covid-19 untuk atasi lonjakan varian Omicron (Foto: Reuters)

NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan 500 juta alat tes cepat Covid-19 akan tersedia secara gratis di tengah langkah-langkah baru untuk mengatasi varian Omicron yang melonjak.

Dalam pidato pada Selasa (21/12), Biden juga mengumumkan pengujian yang diperluas dan dukungan militer untuk rumah sakit, tetapi mengatakan belum akan melakukan lockdown atau penguncian.

"Ini bukan Maret 2020," katanya.

"Kami siap. Kami tahu lebih banyak,” lanjutnya.

Omicron telah menjadi varian yang dominan di AS, terhitung hampir tiga perempat dari semua kasus baru.

Varian ini pertama kali diidentifikasi di Afrika selatan bulan lalu tetapi sekarang telah menyebar ke seluruh dunia.

Baca juga: WHO Varian Omicron Akan Dorong RS ke Jurang

Meskipun 73% orang dewasa Amerika telah divaksinasi penuh terhadap Covid, pemerintah tetap prihatin dengan mereka yang belum mendapatkan vaksin.

Berbicara pada Selasa (21/12), Biden kembali meminta warga AS untuk melindungi diri mereka sendiri dan mendapatkan vaksinasi.

Baca juga: Varian Omicron Dominan di AS, Menyebar Sangat Cepat

Dia mengakui bahwa beberapa orang AS yang divaksinasi juga akan terinfeksi tetapi dia menekankan bahwa orang yang tidak divaksinasi memiliki "risiko yang jauh lebih tinggi untuk berakhir di rumah sakit, atau bahkan meninggal".

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

"Jika Anda tidak sepenuhnya divaksinasi, Anda punya alasan untuk khawatir," katanya.

Presiden mengatakan mereka yang telah divaksinasi dan tidak terpapar Covid-19 dapat melanjutkan perayaan Natal.

Gedung Putih mengatakan langkah-langkah baru akan mengurangi dampak individu yang tidak divaksinasi terhadap sistem perawatan kesehatan di AS.

Pengumuman itu muncul saat media AS melaporkan apa yang diyakini sebagai kematian terkait Omicron pertama di negara itu. Pria berusia 50 tahun dari Harris County, Texas, memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya dan tidak divaksinasi.

Selain membeli alat tes Covid-19, AS juga mengerahkan 1.000 personel medis militer ke rumah sakit di seluruh negeri selama dua bulan ke depan. Angka ini naik lima kali lipat dari jumlah saat ini.

Kemudian peluncuran situs pengujian federal baru secara nasional, menjadi yang pertama di New York City, yang telah mengalami lonjakan besar-besaran di Omicron. Lalu memperluas kapasitas rumah sakit dan distribusi pasokan penting.

Omicron telah menimbulkan kekhawatiran di sejumlah kota di AS, dengan orang-orang di New York, Washington dan di tempat lain mengantre untuk tes sebelum bertemu dengan anggota keluarga.

Di New York, kasus naik 60% dalam pekan yang berakhir pada Minggu (19/12), Walikota Bill de Blasio menjanjikan hadiah USD100 (Rp1,4 juta) kepada siapa saja yang mendapat suntikan booster antara sekarang dan akhir Desember.

Reuters melaporkan kasus Covid-19 di AS secara nasional naik 57% sejak awal bulan ini.

Pembelian 500 juta alat tes ini kontras dengan komentar sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki hanya dua minggu lalu.

"Haruskah kita mengirim satu ke setiap orang Amerika? Lalu apa yang terjadi jika setiap orang Amerika memiliki satu tes? Berapa biayanya, dan kemudian apa yang terjadi setelah itu?,” ujarnya kala itu.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini