AUSTRIA- Sebuah kota di Austria sedang mencari karyawan yang akan ditugaskan untuk menegakkan denda terhadap mereka yang tidak mau disuntik vaksin Covid-19. Perekrutan dilakukan beberapa minggu sebelum mandat vaksin yang luas di negara Eropa.
Sebuah iklan pekerjaan yang ditempatkan oleh kota Linz di Austria mengatakan kandidat yang berhasil akan memberikan hukuman, memproses banding dan mengambil tindakan terhadap mereka yang gagal membayar denda karena tidak divaksinasi.
Kalimat pembuka mengatakan pekerjaan itu akan cocok untuk mereka yang "senang bekerja dengan undang-undang dan prosedur administrasi."
Kerja keras karyawan akan dibayar setiap bulan dengan gaji mulai dari 2.774 euro (Rp45 juta). Syaratnya yakni seseorang harus memiliki kewarganegaraan Austria, menjadi lulusan sekolah menengah, tangguh dan siap untuk bekerja lembur, tidak memiliki catatan kriminal, dan, yang tak kalah pentingnya, memiliki vaksinasi Covid-19 atau sertifikat pemulihan yang valid.
Baca juga: 98% Tentara Angkatan Darat AS Sudah Divaksinasi, 3.800 Tolak Vaksin Dipecat
Selain itu, wanita akan diprioritaskan ketika bersaing untuk posisi tersebut melawan pria dengan kualifikasi yang sebanding.
Baca juga: 3 Anggota Pasukan Pengawal Paus Mengundurkan Diri Usai Tolak Divaksin Covid-19
Diketahui, Linz adalah rumah bagi 200.000 penduduk, diketahui memiliki tingkat vaksinasi Covid-19 terendah di seluruh Austria. Menurut situs web yang melacak penerbitan sertifikat vaksinasi digital di negara itu, sejauh ini hanya 63% dari populasi kota yang telah menerima dosis lengkap vaksin Covid.