WASHINGTON - Hampir 98% tentara Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat (AS) yang bertugas aktif telah mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin wajib Covid-19 minggu ini, yang menjadi tenggat untuk mendapatkan vaksinasi itu.
Tetapi Associated Press mengutip pernyataan beberapa pejabat hari Kamis (16/12) mengatakan lebih dari 3.800 tentara telah dengan tegas menolak vaksinasi itu dan akan mulai dipecat dari militer bulan depan.
Kendati demikian, layanan militer terbesar itu melaporkan jumlah personil yang mengajukan pengecualian kewajiban vaksinasi karena alasan agama sangat rendah, atau kurang dari 1.700 tentara, dibanding tiga layanan lain dalam militer AS.
Sebagai perbandingan ada lebih dari 4.700 personil di Angkatan Udara, 3.000 di Korps Marinir dan 2.700 personil di Angkatan Laut yang meminta pengecualian vaksinasi dengan alasan agama, demikian menurut data yang dirilis badan itu dalam seminggu terakhir ini. Belum ada satu permohonan pun yang disetujui.
Awal tahun ini, Pentagon mengumumkan bahwa vaksinasi vaksin Covid-19 merupakan hal yang wajib bagi semua personil militer, termasuk Garda Nasional dan Pasukan Cadangan.
Baca juga: Tolak Vaksin Covid-19, 27 Tentara AS Dipecat
Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah berulangkali mengatakan bahwa vaksinasi sangat penting untuk mempertahankan kekuatan yang siap dan sehat, yang dapat dipersiapkan untuk membela negara.