Share

Barter dengan Teh, Sri Lanka Akan Lunasi Utang Minyak Iran Sebesar Rp3,6 Triliun

Susi Susanti, Okezone · Kamis 23 Desember 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 23 18 2521543 barter-dengan-teh-sri-lanka-akan-lunasi-utang-minyak-iran-sebesar-rp3-6-triliun-z0PNCx6RsM.jpg Sri Lanka akan bayar utang impor minyak Iran dengan teh (Foto: Reuters)

SRI LANKA - Sri Lanka berencana akan melunasi utang impor minyak masa lalu dari Iran dengan melunasinya dalam bentuk teh.

Menteri Ramesh Pathirana mengatakan negaranya akan mengirim teh senilai USD5 juta (Rp71 miliar) ke Iran setiap bulan untuk melunasi utang sebesar USD251 juta (Rp3,6 triliun).

Sri Lanka mengalami krisis utang dan valuta asing yang cukup buruk dan semakin  diperparah dengan hilangnya pendapatan turis selama pandemi virus corona.

Seorang anggota dewan teh negara itu mengatakan ini adalah pertama kalinya teh dibarter untuk melunasi utang luar negeri.

 Baca juga: Menteri Dalam Negeri Australia Akan Kunjungi Indonesia, Sri Lanka dan AS

Pathirana mengatakan metode pembayaran tidak akan melanggar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Amerika Serikat (AS), karena teh dikategorikan sebagai makanan atas dasar kemanusiaan, dan tidak ada bank Iran yang masuk daftar hitam yang akan terlibat.

 Baca juga: Amerika Larang Warganya Bepergian ke Brunei, Sri Lanka dan Jamaika

"Kami berharap dapat mengirim teh senilai USD5 juta (Rp71 miliar) setiap bulan untuk membayar Iran atas pembelian minyak yang tertunda sejak empat tahun terakhir," katanya kepada Reuters.

Kementerian Perkebunan mengatakan skema yang direkomendasikan akan menghemat mata uang asing yang sangat dibutuhkan Sri Lanka karena penyelesaian ke Iran akan dilakukan dalam rupee Sri Lanka melalui penjualan Teh Ceylon.

Namun juru bicara Asosiasi Pekebun Ceylon, Roshan Rajadurai, yang mencakup semua perusahaan perkebunan besar di Sri Lanka, mengatakan mode transaksi ini adalah "solusi plester [yang menempel] oleh pemerintah".

"Itu belum tentu menguntungkan eksportir karena kami akan dibayar dalam rupee, menghindari pasar bebas, dan tidak memberikan nilai nyata bagi kami," terangnya.

Sri Lanka dilaporkan harus memenuhi sekitar USD4,5 miliar (Rp64 triliun) dalam pembayaran utang tahun depan, dimulai dengan pembayaran obligasi negara internasional senilai USD500 juta (Rp7 triliun) pada Januari mendatang.

Namun, menurut data terbaru dari bank sentral, cadangan devisa negara itu menyusut menjadi USD1,6 miliar (Rp23 triliun) pada akhir November lalu.

Gubernur Bank Sentral Ajith Nivard Cabraal mengatakan awal bulan ini bahwa Sri Lanka yakin dapat "dengan mulus" membayar semua utang negara yang jatuh tempo pada 2022.

Sri Lanka menghasilkan sekitar 340 juta kg teh setiap tahun. Tahun lalu Sri Lanka mengekspor 265,5 juta kg, dengan pendapatan USD1,24 miliar (Rp18 triliun).

Hampir 5% penduduk Sri Lanka bekerja di industri bernilai miliaran dolar, memetik daun di lereng gunung dan mengolah teh di pabrik perkebunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini