Tetapi, pada zaman dahulu banyak masyarakat yang melanggar mitos larangan tersebut sehingga menyebabkan musibah hingga kematian.
“Dulu, ada seorang yang nekat menanggap pesinden akhirnya ketika perjalanan pulang pesindennya tewas karena kejatuhan buah kelapa tak jauh dari lokasi tanggapannya. Ada pula pemilik hajat yang tiba-tiba gila setelah melakukan wayangan dengan menanggap sinden. Bahkan beberapa orang yang berkata buruk dalam hati ketika nengunjungi makam ini juga sering tertimpa celaka. Namun, mitos ini hanya berlaku di daerah dekat makam Eyang Singomodo, Dukuh Singomodo RT.05,” ujar dia menceritakan pesantren jin dan juga larangan sinden di sebuah kampung di Sragen ini.
Meskipun demikian, penduduk percaya bahwa tidak hanya aturan antipesinden, penghuni gaib disini juga merupakan pelindung sejati desa ini. Dahulu, banyak orang yang berniat jahat di tempat ini tiba-tiba mati atau terkena penyakit gila.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.