Share

WHO: Vaksin Booster Hanya Akan Perpanjang Pandemi Covid-19

Agregasi VOA, · Jum'at 24 Desember 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 24 18 2522016 who-vaksin-booster-hanya-akan-perpanjang-pandemi-covid-19-GfbE2gDhcV.jpg Ilustrasi vaksin booster (Foto: AP via VOA)

NEW YORK - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisai Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (22/12) memperingatkan bahwa program vaksin booster atau pemberian dosis penguat vaksin Covid-19 tidak akan mengakhiri pandemi global secara tuntas.

Sebaliknya, ia menilai bahwa program tersebut akan memperpanjang pandemi, karena negara-negara miskin harus berjuang keras untuk memvaksinasi penduduk mereka akibat ketidaksetaraan akses terhadap vaksin.

“Program booster kemungkinan dapat memperpanjang pandemi, dan bukan mengakhirinya, karena pasokan dialihkan ke negara-negara yang sudah punya cakupan vaksinasi yang luas, sehingga memberi virus lebih banyak peluang untuk menyebar dan melakukan mutasi,” katanya.

Baca juga: WHO Varian Omicron Akan Dorong RS ke Jurang

Tedros menekankan, ketidaksetaraan akses terhadap vaksin ini akan menyebabkan pandemi berlangsung terus-menerus. Negara-negara yang mengalami kesulitan akses terhadap dosis awal vaksin akan menjadi tempat subur bagi varian virus.

Diketahui, pejabat kesehatan Amerika Serikat (AS) mendesak warganya yang berusia diatas 16 tahun untuk mendapatkan suntikan booster sebagai tindakan pencegahan atas merebaknya varian virus corona baru Omicron. Di sisi lain, banyak negara hingga kini belum memberikan dosis awal vaksin Covid-19 kepada sebagian besar penduduk mereka.

 Baca juga: WHO Dunia dalam Titik Bahaya Pandemi Covid-19

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Negara-negara kaya menganggap program suntikan booster sebagai jawaban atas penyebaran cepat dari varian terbaru virus corona itu, tetapi dalam konferensi pers pada Rabu (22/12), Tedros mengatakan bahwa dengan melakukan hal itu justru akan menimbulkan efek sebaliknya.

Menurut Pusat Data Covid-19 dari Johns Hopkins University, kini terdapat lebih dari 276 juta infeksi virus corona di seluruh dunia, dan 5,3 juta kematian yang diakibatkan oleh virus tersebut.

AS memimpin dengan lebih dari 51 juta kasus terkonfirmasi dan 810 ribu kematian.

Menurut NBC News, sebagai contoh, para pakar kesehatan memperingatkan kemunculan varian Omicron berkaitan dengan ketidaksetaraan akses terhadap vaksin. Infeksi akibat varian ini diduga muncul dari pasien HIV Afrika Selatan, ketika hanya 26 persen penduduknya telah mendapatkan vaksin dosis penuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini