Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Putin Teken RUU yang Larang Adanya Presiden Lain di Rusia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 27 Desember 2021 |13:01 WIB
Putin Teken RUU yang Larang Adanya Presiden Lain di Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui undang-undang yang secara resmi melarang keberadaan "presiden" lain di dalam negeri, mengakhiri perselisihan hukum yang telah berlangsung lama.

Sejak 1991 dan jatuhnya Uni Soviet, kepala Republik Tatarstan, sebuah wilayah di Rusia Eropa, telah disebut sebagai presidennya.

BACA JUGA: Putin: Menghina Nabi Muhammad Bukanlah Kebebasan Berekspresi

Republik Tatarstan adalah satu-satunya bagian Rusia yang memberikan gelar Presiden kepada pemimpin regionalnya. Gelar ini telah menjadi penyebab perselisihan antara Moskow dan Kazan, Ibu Kota Republik Tatarstan.

Dengan disahkannya undang-undang ini, Tatarstan diberi waktu hingga Juni 2022 untuk mengganti gelar pimpinan regional tersebut.

"Gelar jabatan pejabat tertinggi dari subjek Federasi Rusia adalah 'kepala,'" demikian tertulis dalam undang-undang baru itu sebagaimana dilansir RT. "Gelar seperti itu tidak boleh mengandung kata dan frasa yang merupakan gelar kepala negara, Presiden Federasi Rusia."

BACA JUGA: Vladimir Putin Berpeluang Jadi Presiden Rusia sampai 2036 Usai Teken UU Baru

Sengketa penamaan antara Moskow dan Kazan telah berlangsung selama bertahun-tahun dan mulai menjadi lebih menonjol pada 2017, ketika perjanjian Tatarstan tentang otonomi berakhir. Wilayah tersebut mengklaim bahwa, karena Rusia adalah sebuah federasi, setiap subjek memiliki hak untuk memilih nama pemimpinnya sendiri.

Sekarang, meskipun Dewan Negara Tatarstan memberikan suara menentang RUU tersebut, wilayah otonomi itu akan dipaksa untuk melakukan perubahan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement