Share

Komplotan Bule Rampok Rp5,8 Miliar Uang WNA di Bali

Mohamad Chusna, Sindonews · Selasa 28 Desember 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 340 2523897 komplotan-bule-rampok-rp5-8-miliar-uang-wna-di-bali-UMuUUP8Zwl.jpg foto: istimewa

BALI - Polresta Denpasar meringkus komplotan warga negara asing (WNA) pelaku perampokan uang sebesar Rp5,8 miliar di sebuah vila di Kuta. Korbannya juga WNA, pasangan suami istri asal Italia.

Dari empat orang kawanan perampok, baru dua pelaku yang tertangkap, yaitu Gregory asal Inggris dan Nicola asal Italia. "Dua pelaku lagi asal Rusia dan Polandia masih diburu," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan dalam jumpa pers, Selasa (28/12/2021).

Dia menjelaskan, pelaku beraksi dengan sadis di vila yang dihuni pasangan Camilla Guadagnuolo dan Principe Nerini di Jalan Nakula, Seminyak, 11 Desember 2021 dinihari lalu sekitar pukul 03.00 Wita.

Dalam aksinya, pelaku memakai sebo atau penutup kepala. Pelaku masuk ke kamar dan menodongkan pisau kepada Guadagnuolo dan istrinya.

Kedua korban lalu diikat tangannya dan ditutup mulutnya dengan lakban. Selanjutnya pelaku bergantian memukuli Guadagnuolo hingga tak berdaya.

Baca juga: Ungkap Kasus Perampokan yang Pelaporannya Ditolak Aipda Rudi, Polisi Beberkan Peran Pelaku

Pelaku lalu merampas enam handphone milik korban. Korban kemudian dipaksa memberitahu pasword. Guadagnuolo lalu memberikan pasword setelah melihat pisau yang ditempelkan pelaku ke leher istrinya.

Baca juga: Polisi Tangkap Perampok yang Viral karena Laporan Korban Ditolak

Dari aksi itu, pelaku berhasil membobol uang sebesar Rp5,8 miliar dari akun binance milik korban.

"Terjadi perpindahan aset digital ke sebuah akun wallet exodus yang diduga milik pelaku Nicola yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan total Rp5,8 miliar," ungkap Jansen.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya menangkap Nicola dan Gregory di dua lokasi berbeda di Kuta. "Nicola adalah mantan karyawan korban dan Gregory pernah datang ke pesta yang digelar Nicola," imbuh Jansen.

Untuk kedua pelaku yang masih diburu, polisi telah memasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). "Identitasnya sudah kita kantongi," pungkas Jansen.

Baca juga: Gunakan Paspor Palsu, WN Palestina Ditahan Petugas Imigrasi Bandara Soetta

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini