Share

China Peringatkan Taiwan untuk Tidak Lewati 'Garis Merah'

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 30 Desember 2021 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 18 2524896 china-peringatkan-taiwan-untuk-tidak-lewati-garis-merah-hW3UNyClur.jpg Foto: Reuters.

BEIJINGChina memperingatkan Taiwan untuk tidak berusaha mencari kemerdekaan dan menegaskan bahwa Beijing akan bertindak keras jika pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu melintasi “garis merah” dalam upaya memblokir reunifikasi.

Juru Bicara Badan Urusan Taiwan Ma Xiaoguang pada Rabu (29/12/2021) mengatakan bahwa China harus mengambil tindakan drastis jika "pasukan separatis yang mencari kemerdekaan Taiwan memprovokasi, mengerahkan kekuatan, atau bahkan melewati garis merah mana pun”.

BACA JUGA: AS: Taiwan Harus Diundang ke Latihan Angkatan Laut Terbesar di Dunia Tahun Depan

Meski Ma tidak mengklarifikasi dengan jelas "garis merah" apa yang tidak boleh dilintasi Taipei, ia mengecam "intervensi eksternal" dalam urusan China, termasuk dalam upayanya untuk bersatu kembali dengan pulau itu.

“Campur tangan asing semacam itu, dan “provokasi” oleh pasukan pro-kemerdekaan Taiwan sendiri, pasti akan menjadi “lebih tajam dan lebih intens” selama beberapa bulan ke depan,” kata juru bicara itu sebagaimana dilansir RT. Dia memperkirakan bahwa situasi yang sudah tegang di kawasan itu akan berkobar. “lebih kompleks dan parah.”

Ma tampaknya merujuk Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ketika dia memperingatkan tentang campur tangan asing.

BACA JUGA: Bersitegang dengan China, Taiwan Akan Perkuat Pasukan Cadangan

Sementara AS telah mempertahankan “ambiguitas strategis” terhadap Taiwan, menolak untuk mengatakan apakah mereka akan mengerahkan pasukannya jika terjadi konflik militer besar-besaran antara Taipei dan Beijing, Washington dan sekutunya telah meningkatkan latihan perang di wilayah tersebut.

Pada Oktober, sebelum Gedung Putih menarik pernyataannya, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa AS “berkomitmen” untuk melindungi Taiwan dari potensi serangan China. Pentagon mengklaim bulan ini bahwa China "kemungkinan sedang mempersiapkan" invasi ke pulau itu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Taipei telah menolak tuduhan Beijing, bersikeras telah mengejar kebijakan "tidak memprovokasi" Beijing. Dalam pernyataannya sendiri pada hari Rabu, ia meminta China untuk “secara serius merenungkan pekerjaannya terhadap Taiwan dan membuat penilaian yang benar tentang situasi tersebut.”

Sementara Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah China, Taipei bersikeras bahwa Taiwan telah menjadi negara merdeka sejak 1949, ketika pihak yang kalah dalam Perang Saudara China melarikan diri ke pulau itu.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut Taiwan “pengembara” yang “akhirnya akan pulang” dan bersatu dengan daratan, sambil menuduh Washington berusaha merusak status quo di Selat Taiwan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini