WASHINGTON – Sudah hampir setahun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjalankan perannya sebagai Presiden ke-46 AS. Biden dan Kamala Harris resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden AS setelah mengucapkan sumpah jabatannya dalam upacara di Gedung Capitol, Washington, DC, Rabu (20/1/2021).
Usai sumpah tersebut, Biden menjadi penganut Katolik kedua yang dilantik sebagai Presiden sepanjang sejarah AS. Sedangkan Harris akan menjadi perempuan kulit hitam pertama yang menjadi Wakil Presiden AS.
Upacara pelantikan kali ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 dan ketegangan yang menyelimuti AS. Dua pekan sebelumnya ratusan pendukung Presiden Donald Trump yang menolak hasil pemilihan presiden menyerbu gedung Capitol. Insiden itu menyebabkan kerusakan di Gedung Capitol dan lima orang meninggal dunia.
Dalam perjalanannya memimpin negara Paman Sam itu, Biden menghadapi berbagai tantangan yang cukup berat. Seperti ekonomi dan tentu saja pandemi Covid-19. Diketahui, pandemi Covid-19 yang melonjak di AS cukup memorak-porandakan ekonomi AS.
Baca juga: Gedung Putih: Biden Akan Maju di Pilpres AS 2024
Biden pun akhirnya menandatangani stimulus senilai USD1,9 triliun (Rp26.600 triliun) menjadi Undang-Undang. Dana ini juga ditujukan untuk mempercepat vaksinasi Covid-19.
Yang terbaru ini, Biden memperingatkan tentang varian Omicron yang semakin melonjak di AS dan Eropa. Pada Senin (27/12/2021), Biden mengatakan sejumlah rumah sakit (RS) bisa "dibanjiri" pasien kasus-kasus Covid-19. Namun, dia menegaskan rakyat AS tidak perlu panik.
Baca juga: Covid-19 Varian Baru Muncul, Biden Larang Turis dari 8 Negara di Afrika