JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan sejumlah kasus yang menonjol di wilayah hukumnya selama 2021.
Kasus kriminal yang menonjol tersebut di antaranya mulai dari premanisme di Kemayoran, pembacokan karyawan Basarnas, penyerobotan tanah, hingga mafia oksigen yang mengakibatkan kelangkaan saat lonjakan kasus Covid-19 pada Juni 2021 lalu.
"Kita pernah mengungkap kasus premanisme di Kemayoran, pada saat pandemi orang disuruh menyerobot tanah, kita ungkap mulai dari pembiayaan yang termasuk penasehat hukumnya, kemudian mafia tabung oksigen. Ini yang kemarin kemudian kita sumbangkan kepada pemerintah daerah rumah sakit di saat kekurangan oksigen," kata Hengki dalam rilis akhir tahun 2021, Jumat (31/12/2021).
Ia mengatakan bahwa selama 2021 terjadi penurunan kasus kriminal di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.
Dia mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat sebanyak 1.009 kasus dan 828 kasus lainnya telah diselesaikan.
Baca juga: Kapolres: Tingkat Kriminal di Jakarta Pusat Turun selama 2021
Hengki juga menyinggung soal penangkapan seorang Direktur TV dari sebuah kanal YouTube. Kata dia, para pelaku telah menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian lewat konten-konten Youtubenya.
"Ini bisa menimbulkan keonaran akan tetapi sebenarnya tujuannya komersil, di mana satu bulan sampai 8 bulan bisa menghasilkan Rp2 miliar dari adsense YouTube, kemudian ungkap kasus pinjol kita yang pertama kali menemukan," tegasnya.
Baca juga: Polisi Tangkap 5 Anggota Geng Motor Bercelurit
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.