Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PM Sudan Lengser Setelah Gagal Pulihkan Pemerintahan Sipil

Antara , Jurnalis-Senin, 03 Januari 2022 |08:38 WIB
PM Sudan Lengser Setelah Gagal Pulihkan Pemerintahan Sipil
Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok. (Foto: Reuters)
A
A
A

Dalam unjuk rasa mutakhir pada Minggu, beberapa jam sebelum pidato Hamdok, pasukan keamanan menembakkan gas air mata ke demonstran di Khartoum ketika pengunjuk rasa bergerak menuju istana presiden.

Setidaknya dua orang tewas dalam unjuk rasa itu, menjadikan 56 korban tewas dalam protes sejak kudeta 25 Oktober, kata komite dokter yang bergabung dengan gerakan protes.

Di antara reformasi ekonomi yang dijalankan Hamdok adalah penghapusan subsidi bahan bakar yang mahal dan devaluasi mata uang yang tajam. Itu memungkinkan Sudan untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan utang luar negeri setidaknya 56 miliar dolar AS (Rp797 triliun) . Namun kesepakatan atas bantuan utang itu mengalami ketakpastian akibat kudeta. Kudeta itu juga membekukan dukungan ekonomi Barat yang luas untuk Sudan.

Sekembalinya sebagai perdana menteri pada November, Hamdok mengatakan ingin mempertahankan langkah-langkah ekonomi yang diambil oleh pemerintah transisi dan menghentikan pertumpahan darah setelah meningkatnya jumlah korban akibat penumpasan terhadap protes.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement